28.4 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
HomeKesehatanPelaku Penusukan dalam Insiden Pembunuhan Pengunjung Mal Sydney Diduga Mengalami Gangguan Mental.

Pelaku Penusukan dalam Insiden Pembunuhan Pengunjung Mal Sydney Diduga Mengalami Gangguan Mental.

Liputan6.com, Jakarta Polisi New South Wales (NSW), Australia, mengatakan pria bernama Joel Cauchi berusia 40 tahun bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu, 13 April di Westfield Shopping Centre yang terletak di Bondi Junction, di timur Sydney.

Asisten Komisaris Polisi New South Wales Anthony Cooke mengatakan kepada wartawan pada konferensi media pada hari Minggu, 14 April 2024 bahwa apa yang Cauchi lakukan tidak terkait dengan terorisme. Namun, Cauchi memiliki gangguan mental yang belum bisa dijelaskan secara spesifik.

“Kami terus berupaya untuk mengetahui profil pelaku, tetapi jelas bagi kami pada tahap ini, tampaknya hal ini terkait dengan kesehatan mental individu yang terlibat,” kata Cooke mengutip AP, Senin, 15 April 2024.

Cooke juga mengatakan belum memiliki informasi terkait alasan Couchi melakukan serangan yang menewaskan enam orang itu. Namun diduga tindakan tersebut atas ideologi atau motivasi tertentu.
“Sampai saat ini, masih belum ada informasi yang kami terima, tidak ada bukti yang kami temukan, tidak ada informasi intelijen yang kami kumpulkan yang menunjukkan bahwa hal ini didorong oleh motivasi tertentu – ideologi atau lainnya,” kata Cooke.

Cauchi Punya Masalah Mental Sejak Remaja

Keluarga Cauchi merilis pernyataan lewat Kepolisian Queensland. Keluarga pelaku mengatakan benar-benar terpukul atas peristiwa traumatis yang terjadi di Sydney.
“Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan teman-teman korban serta mereka yang masih menjalani perawatan saat ini.”

Keluarga pun masih berusaha memahami apa yang terjadi mengingat hal yang dilakukan Cauchi benar-benar mengerikan.

Keluarga pun mengatakan bahwa Cauchi memiliki masalah mental sejak remaja.
“Dia telah berjuang melawan masalah kesehatan mental sejak dia masih remaja,” kata pihak keluarga mengutip Sky News.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER