28.6 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
HomeOtomotifAlasan Headlamp Pop Up yang Pernah Populer di Mobil Kini Dilarang

Alasan Headlamp Pop Up yang Pernah Populer di Mobil Kini Dilarang

Mobil dengan fitur headlamp pop up pada era 90-an ke bawah merupakan sesuatu yang cukup membanggakan karena terkesan mewah dan futuristik. Keberadaan lampu pop-up pada mobil bisa meningkatkan gengsi pemilik mobil. Lampu pop-up memberikan tampilan mobil yang lebih sleek dan aerodinamis saat kondisi tertutup. Lampu depan model pop up memiliki keunikan karena dapat dilipat ke dalam saat tidak digunakan, sehingga terlihat menyatu dengan bagian kap mesin atau bemper depan. Namun ketika lampu dihidupkan, lampu ini akan muncul ke luar seperti mata manusia yang terbuka saat terbangun dari tidur.

Kehadiran lampu pop-up pada mobil telah menjadi tren pada tahun 80-an hingga awal 90-an, membuat mobil terlihat keren. Bukan hanya digunakan pada supercar, lampu pop-up juga banyak digunakan pada mobil sedan, liftback, dan hatchback. Mobil pertama yang menggunakan model pop-up adalah Cord 810 Phaeton pada tahun 1936. Pada era 80-an, lampu pop-up semakin populer melalui mobil sport seperti Toyota Corolla Trueno, Chevrolet Corvette, Ferrari F40, dan lainnya. Headlamp pop up memberikan kesan futuristik dan meningkatkan penampilan mobil.

Namun, lampu headlamp pop up saat ini sudah jarang ditemukan karena adanya regulasi yang melarang penggunaannya. Ada aturan yang melarang produksi mobil dengan lampu pop-up karena dianggap tidak aerodinamis dan tidak memenuhi aspek keselamatan untuk pejalan kaki saat terjadi tabrakan. Mobil terakhir yang menggunakan lampu pop-up adalah Chevrolet Corvette C5 pada tahun 2004. Regulasi tersebut membuat produsen mobil beralih ke teknologi lampu depan yang lebih modern dan aman.

Alasan lampu headlamp pop-up harus dihentikan produksinya antara lain karena masalah keselamatan. Lampu pop-up dianggap berbahaya dari sisi keselamatan karena area permukaannya yang tajam dapat membahayakan pejalan kaki saat terjadi kecelakaan. Regulasi yang semakin ketat juga mempengaruhi keputusan produsen otomotif untuk menghentikan penggunaan lampu pop-up. Selain itu, biaya produksi dan perawatan lampu pop-up juga menjadi pertimbangan untuk berpindah ke teknologi lampu depan yang lebih modern.

Meskipun lampu headlamp pop up telah menjadi bagian dari sejarah mobil yang keren dan futuristik, kemajuan dalam teknologi lampu depan telah mengurangi kebutuhan akan fitur ini. Lampu LED dan lampu adaptif saat ini dapat memberikan pencahayaan yang lebih baik, efisien, dan fleksibel tanpa perlu mekanisme pop-up yang rumit. Meskipun terdapat rasa nostalgia terhadap mobil dengan lampu pop-up, keselamatan tetap menjadi prioritas utama produsen otomotif dalam pengembangan teknologi lampu depan yang lebih modern dan aman bagi pengguna jalan.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER