30.1 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
HomeKriminalPolisi Sedang Menyelidiki Kematian Siswa SMKN di Nias Selatan yang Diduga Tewas...

Polisi Sedang Menyelidiki Kematian Siswa SMKN di Nias Selatan yang Diduga Tewas Akibat Penyiksaan oleh Kepala Sekolahnya

Rabu, 17 April 2024 – 14:20 WIB

Sumatera Utara – Seorang siswa SMK Negeri 1 Siduaori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, berinsial YN (17) tewas, usai diduga dianiaya Kepala Sekolahnya, berinsial SZ (40). Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Thomsen, Kota Gunungsitoli.

Kepala Seksi Humas Polres Nias Selatan, Bripka Dian Octo Tobing mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut, berdasarkan laporan disampaikan pihak keluarga korban ke Markas Polres Nias Selatan, Kamis 11 April 2024.

“Munculnya praduga dan kecurigaan dari pihak keluarga atas meninggalnya YN. Kami dari Polres Nias Selatan, akan melakukan proses hukum dan akan bekerja keras dalam melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan atas meninggalnya YN,” sebut Dian saat dikonfirmasi VIVA, Rabu 17 April 2024.

Dian menjelaskan, kasus ini berawal Sabtu pagi, 23 Maret 2024 sekira pukul 09.00 WIB. Korban bersama 6 siswa lainnya, dipanggil Kepala Sekolah dan diduga dihukum di salah satu ruangan kelas SMKN 1 Siduaori. 

Mereka dipanggil oleh SZ diduga dipicu saat magang di Kantor Camat tidak jauh dari sekolah tersebut. Korban bersama rekannya, menolak apa diperintahkan Sekretaris Camat dan melaporkan hal itu kepada SZ. Selanjutnya, kepala sekolah memanggil mereka dan menghukumnya.

Saat diberi hukum tersebut, diduga SZ melakukan penganiayaan terhadap korban di bagian kepala. Setelah itu, YN pulang ke rumah mengeluhkan sakit dan menceritakan apa dialaminya kepada orang tuanya.

Dian mengatakan pada 27 Maret 2024 YN dibawa berobat dan menjalani perawatan di RS Thomsen Gunungsitoli. Selama dalam perawatan kondisi korban terus menurun.

“YN telah meninggal dunia pada Senin pagi,  15 April 2024 sekira pukul 18.30 di Rumah Sakit Thomsen Gunungsitoli,” jelas Dian.

Selanjutnya, jasad YN dibawa ke rumah orang tuanya di Desa Sifitubanua Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan. Personel Polres Nias Selatan, Polsek Lahusa, anggota DPRD Nias Selatan dan tokoh masyarakat datang ke rumah duka untuk melayat.

Atas kasus ini, Dian mewakili Polres Nias Selatan mengimbau kepada keluarga YN, bahwa tindakan proses hukum sedang dilakukan oleh Pihak Polres Nias Selatan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Harapan kami supaya pihak keluarga tetap menjaga situasi kamtibmas dan mari kita bersabar terhadap proses yang sedang dilakukan oleh pihak Polres Nias Selatan,” kata Dian.

Dian mengungkapkan bahwa penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan menyarankan untuk dilakukan autopsi terhadap jasad YN dan disetujui oleh pihak keluarga.

“Bahwa pihak keluarga YN sepakat dan setuju untuk melakukan proses otopsi terhadap jasad YN, untuk keperluan proses Penyelidikan dan Penyidikan lanjut. Jasad YN, dibawa ke Rumah Sakit Thomsen Gunungsitoli untuk dilakukan proses otopsi,” kata Dian.

Halaman Selanjutnya

Dian mengatakan pada 27 Maret 2024 YN dibawa berobat dan menjalani perawatan di RS Thomsen Gunungsitoli. Selama dalam perawatan kondisi korban terus menurun.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER