27.3 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024
HomeOtomotifKelebihan GAC Aion Y Plus dan Hyper HT yang Dapat Membuat Pabrikan...

Kelebihan GAC Aion Y Plus dan Hyper HT yang Dapat Membuat Pabrikan Jepang Merasa Tersaingi

GAC Aion Y Plus dan Hyper HT DIYAKINI AKAN MASUK KE INDONESIA, PELUNCURAN RESMI NYA BERLANGSUNG DI GIIAS 2024, 18-28 JULI di ICE BSD City, Tangerang. Namun pihak PT Indomobil Energi Baru (IEB) akan memperkenalkan lebih dulu pada kalangan terbatas sebelum GIIAS 2024 berlangsung. “Resminya di GIIAS, tapi kita bawa dua mobil di GIIAS, kalau kita launching langsung dua-duanya rasanya tidak cukup waktunya di hari pertama. Jadi satu model kita akan perkenalkan sebelum GIIAS, satu lagi di GIIAS,” ucap Andry Ciu, Chief Executive Officer IEB, ketika ditemui di Jakarta, Jumat (10/05/2024). Lebih lanjut ia menjelaskan, kedua model yang akan rilis di Indonesia itu menempati segmen yang berbeda, namun punya pangsa pasar cukup besar di Indonesia. Aion Y Plus masuk kategori MPV Cross “Kalau di sana kami menyebutnya MPV Cross, satu model lagi modelnya SUV,” kata dia. Andry pun merasa sangat yakin jika produk-produk dari GAC akan diterima oleh pasar Indonesia, mengingat di negara asalnya, pabrikan ini menempati pasar otomotif nomor tiga. “Di China GAC itu nomor tiga, nomor satunya BYD, kemudian Tesla, yang ketiga GAC. Jadi kalau dari sisi brand China, GAC adalah yang nomor dua setelah BYD,” ujarnya. Selain soal penjualan yang sudah sangat moncer, kualitas produk dari GAC juga menjadi keunggulan dari pabrikan yang berbasis di Guangzhou, China, itu. Lini produknya pun lengkap, mulai dari kendaraan hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), sampai pure electric (BEV). “GAC itu menjadi pemegang merek juga untuk Honda dan Toyota, kita juga ada assembly untuk Honda dan Toyota untuk pasar China. Ini membuktikan kualitas produk GAC juga sudah diakui oleh pabrikan Jepang,” kata Andry. Hyper HT Lantas apa saja yang jadi keunggulan GAC Aion Y Plus nantinya untuk menantang beberapa brand lain yang sudah lebih dulu masuk Indonesia? Secara lebih detil Andry menjelaskan kalau mobil ini bakal menawarkan kenyamanan untuk penumpangnya. Baca juga: 2 Mobil Listrik GAC Aion Rilis di GIIAS 2024, Harganya Cocok Buat Kaum Mendang Mending! Keunggulan GAC Aion Y Plus MPV 5 seater Masih menurut Andry, Aion merupakan divisi dari GAC yang khusus memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Tetapi untuk pasar di Tiongkok, jenis kendaraan ini dinamakan segmen NEV (New Energy Vehicle), yaitu kendaraan-kendaraan yang memakai sumber energi terbarukan selain bahan bakar fosil. Segmen NEV sendiri termasuk BEV dan Fuel Cell Hydrogen (FCEV). Balik lagi soal GAC Aion Y Plus, meskipun dikategorikan sebagai MPV, tetapi mobil ini sejatinya memiliki konfigurasi jok 5 seater. Meskipun hanya memiliki kapasitas jok 5 penumpang dengan mekanisme 2 baris. Di tengah ada monitor 14.6 inci dan pada sisi pengemudi ada meter cluster 10.25 inci Namun menurut dia hal ini jauh lebih baik ketimbang dipaksakan jadi 3 baris tapi jok di baris ketiga tidak layak untuk diduduki penumpang dewasa. “Jadi seperti 3 row tapi palsu. Apalagi anak-anak zaman sekarang biasanya cuma bawa 4 orang kalau bepergian,” ucapnya. Dimensi GAC Aion Y Plus Panjang 4.535 mm Lebar 1.870 mm Tinggi 1.650 mm Jarak sumbu roda 2.750 mm Sementara soal sumber tenaganya, Aion Y Plus menggunakan baterai jenis Lithium Iron Phosphate Battery (LFP) berkapasitas 63.2 kWh. Baterai ini diklaim sanggup membuat mobil melaju sejauh 490 km tanpa perlu ngecas berdasarkan hasil NEDC. Sudah lebih dulu dipasarkan di Thailand Sementara itu motor listriknya bisa memproduksi daya maksimum sebesar 100 kW (136 PS) dengan torsi puncak 225 Nm. Beberapa keunggulan GAC Aion Y Plus yang bisa dinikmati pengemudi dan penumpang di dalamnya antara lain keberadaan head unit layar sentuh 14,6 inci di area tengah dasbor serta LCD Instrument Cluster 10.25 inci pada sisi pengendara. Kemudian jok pengemudi juga sudah memiliki pengaturan posisi 6 arah secara elektrik, jok baris kedua bisa dilipat 40/60, ada soket USB di jok baris pertama dan kedua, AC yang telah dilengkapi filter udara PM2.5, dan juga keberadaan Panoramic Sunroof. Untuk fitur keselamatan juga sudah cukup lengkap, antara lain: Anti-lock Braking System (ABS) Electronic Stability Program (ESP) Electronic Brake Force Distribution (EBD) 6 Airbags Seatbelts with Force Limiters Seatbelt Alarm (Light and Chime) ISOFIX Auto Hold Traction Control System (TCS) Tire Pressure Monitoring System Cruise Control Rear Parking Sensors 360 HD View Camera System Baca juga: GAC Aion Duduki Peringkat Ketiga Pabrikan Mobil Listrik Terbaik di Dunia Keunggulan GAC Hyper HT yang Punya Tubuh Lebih Besar dari Toyota Fortuner SUV dengan pintu model gullwing Sementara itu, satu model lainnya yang juga akan diperkenalkan IEB adalah Hyper HT, sebuah SUV dengan bukaan pintu model gullwing mirip Tesla Model X. Dikatakan oleh Andry, mobil ini punya dimensi tubuh yang sangat besar lantaran panjangnya mencapai 4,9 meter. “Mobil ini lebih panjang dari Fortuner,” ucapnya. Sebagai bahan perbandingan, Toyota Fortuner GR Sport yang saat ini dijual oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) memiliki panjang tubuh 4.795 mm, lebarnya 1.855 mm, dengan tinggi 1.835 mm. Panjang tubuhnya nyaris 5 meter Bandingkan dengan panjang tubuh Hyper HT yang mencapai 4.935 mm, lebar 1.920 mm, dan tingginya 1.700 mm. Itu berarti Hyper HT lebih panjang 140 mm dan lebih lebar 65 mm dibanding Fortuner, belum lagi kalau pintu penumpang baris keduanya di buka, maka mobil ini membutuhkan ruang yang lebih lebar lagi. Dimensi GAC Aion Hyper HT Panjang 4.935 mm Lebar 1.920 mm Tinggi 1.700 mm Jarak sumbu roda 2.935 mm Mobil yang sudah dirilis di Tiongkok sejak November 2023 itu memiliki enam pilihan varian dengan empat tipe baterai dan mesin yang berbeda. Pertama ada varian yang memakai baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 70 kWh yang sanggup menawarkan jarak tempuh hingga 550 km, dengan motor listrik bertenaga 248 PS dan torsi 355 Nm. Layout kabinnya Kemudian ada yang menggunakan baterai LFP 72,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 600 km, serta motor listriknya bertenaga 248 PS dengan torsi puncak 355 Nm. Ketiga ada yang pakai baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt) berkapasitas 80 kWh dengan jarak tempuh hingga 670 km, serta motor listriknya bertenaga 345 PS dengan torsi maksimum 430 Nm. Terakhir ada yang menggunakan baterai NMC 93 kWh serta menawarkan jarak tempuh sampai 770 km tapi motor listriknya tetap berkekuatan 345 PS dan torsinya 430 Nm. Yang menarik adalah, khusus varian dengan baterai 70 kWh, pihak GAC menawarkan sistem Swap Battery, sementara untuk varian baterai lain sudah mendukung sistem pengisian ultra daya cepat (ultra fast charging). Kabinnya sangat lapang Teknologi ini memungkinkan daya listrik baterai bisa dicas dengan hanya membutuhkan waktu 15 menit saja. Mobil listrik yang juga sudah diluncurkan di Thailand itu memiliki beberapa teknologi unggulan. Misalnya keberadaan LCD digital 8.8 inci sebagai Instrument Cluster di sisi pengemudi dan head unit touch screen dengan lebar 14,6 inci di bagian tengah dasbor yang sudah dilengkapi chipset Qualcomm Snapdragon 8155P. Dari segi perangkat keselamatan, mobil ini juga sudah dilengkapi fitur ADAS versi 5.0 yang disebut-sebut sebagai piranti keselamatan paling terbaru. Jarak tempuh baterainya bisa smapai 770 Km Menggunakan sensor Lidar serta beberapa kamera, tentunya fitur seperti Autonomous Emergency braking, Adaptive Cruise Control, dan Lane Departure Warning sudah ada di mobil ini. Satu hal lagi yang menurut Andy jadi daya tarik mobil ioni adalah dari segi harga. Karena meskipun dimensinya lebih besar dari Toyota Fortuner, namun harganya masih di bawah Fortuner. Itu berarti kalau Fortuner dijual antara Rp 570 jutaan sampai Rp 741 jutaan, maka prediksi harga GAC Aion Hyper HT bisa di level Rp 500 jutaan. Baca juga: Selain Thailand, GAC AION Jadikan Indonesia Basis Produksi untuk ASEAN GAC Sudah Siapkan Pabrik di Cikampek Dirikan pabrik baru di Cikampek Informasi lainnya yang juga cukup menarik adalah pihak IEB rupanya sudah menyiapkan pabrik untuk produk-produk GAC di Indonesia. “Pabriknya di Cikampek, bukan pabrik Indomobil yang sudah ada tapi pabrik baru. Kemudian jaringan dealer juga kita siapkan ada yang bersama dengan Indomobil ada yang kita buka baru,” jelas Andry. Sayangnya ia belum mau membocorkan dimana lokasi tepatnya pabrik GAC Aion Indonesia serta berapa kapasitas produksinya per tahun, demikian juga mengenai jumlah dealer baru yang membawa bendera GAC Aion tersebut. Namun yang pasti, pabrik ini akan menjadi basis produksi GAC yang kedua untuk pasar Asia setelah otoritas mendirikan pusat perakitan juga di Thailand. Ketika ditanya apakah pabrik ini dibangun demi menekan harga produk GAC Aion di Indonesia untuk lebih kompetitif dari harga mobil China lain, Andry membantahnya. Menurut dia, pendirian pabrik sesuai komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah akan kendaraan listrik yang memenuhi TKDN minimal 40%, serta GAC Aion menargetkan bisa mencapai TKDN 60% di tahun 2027. “Yang jelas kita kalau perang fitur kita ikut, tapi kalau perang harga tidak,” tutupnya.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER