25.2 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
HomeOtomotifHarga Renault Duster Bekas di Bawah Rp100 Juta, Perhatikan Kelebihan dan Kekurangannya...

Harga Renault Duster Bekas di Bawah Rp100 Juta, Perhatikan Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Membeli

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan Renault Duster bekas yang wajib kalian perhatikan, mengingat mobil ini kondisi sekennya sudah di bawah Rp100 juta. Meluncur pertama kali di Indonesia pada 2013, Duster diimpor langsung secara utuh dari India. Mobil dengan brand Eropa ini merupakan bentuk hasil kerja sama antara Dacia dengan Renault. Dengan begitu tak heran apabila di beberapa negara, mobil dengan bentuk yang sama tersebut memiliki nama Dacia Duster. Mengisi ceruk SUV kompak, Renault Duster memiliki kapasitas daya tampung 5 orang. Memiliki bentuk yang kompak, mobil ini bukan cuma cocok digunakan di kota besar, namun juga di daerah yang memiliki kontur jalan menanjak dan menurun. Terlebih saat Indomobil selaku distributor Renault Indonesia saat itu, menghadirkan Duster 4×4 melalui gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014, yang membuatnya terasa lebih tangguh ketika diajak melewati jalan berkontur. Tetapi dibalik ketangguhannya itu, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan Renault Duster bekas yang wajib kalian perhatikan kalau mau membeli unit second hand-nya. Keunggulan Renault Duster Bekas, Harganya Makin Menarik! Tampilan depan Renault Duster Mengusung tagline” Drive Without Limit”, Duster memiliki beberapa keunggulan lain. Salah satunya yakni ground clearance setinggi 210 mm, dengan memiliki kemampuan melewati genangan air setinggi 400 mm. Di dalam, mobil ini sudah dilengkapi sistem hiburan double din, bahkan dengan layar sentuh untuk varian teratasnya. Sistem hiburannya pada tipe teratasnya tersebut dinamai media nav (nerve-centre), yang dapat menampilkan maps berkat adanya fitur navigasi. Menariknya, pada setir sudah dilengkapi tombol, pengaturan yang salah satunya merupakan cruise control, dan di balik lingkar kemudinya terdapat tuas yang terhubung langsung dengan sistem hiburan guna melakukan pengaturan secara lebih ringkas. Interior Duster Untuk meter clusternya Duster dilengkapi layar MID dengan latar monokrom di sebelah kanan, yang dapat menampilkan beragam informasi seputar kendaraan secara lebih aktual. Membawa kesan mewah, ring yang ada pada meter clusternya tersebut dilengkapi lampu iluminasi berwarna putih yang menyala saat lampu utama dihidupkan. Duster juga membawa kenyamanan berkendara khas mobil Eropa. Dikatakan beberapa pemilik bahwa joknya menawarkan posisi duduk nyaman berkat lekukan serta material yang digunakan. Bahkan jok pengemudinya dilengkapi dengan pengaturan 8 arah, yang dapat disesuaikan dengan keinginan pengendara. Selain itu pandangan mengemudi ke depan pun terasa luas dan terasa ergonomis, berkat memiliki beberapa laci penyimpanan terbuka dan tertutup yang begitu ringkas. Memiliki kapasitas daya tampung 5 orang, mobil ini memiliki posisi duduk nyaman di setiap barisnya berkat head room dan leg room yang dibuat berjarak. Terlebih joknya dibekali head rest dengan pengaturan adjustable yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jok baris kedua Ketika sedangan berpergian, mobil ini mampu menampung barang dengan jumlah cukup banyak. Pasalnya Duster memiliki bagasi yang cukup luas dengan panjang mencapai 96 cm, lebar 105 cm, tinggi 52 cm. Berkat ukuran yang dimiliki, secara total keseluruhan kapasitas bagasinya sebesar 529,1 liter. Apabila ruang bagasi dianggap kurang, mobil ini dilengkapi roof rail yang bisa dimanfaatkan ketika ingin menambah roof box maupun roof rack, supaya bisa membawa barang dengan jumlah lebih banyak. Mengenai fitur unggulan lainnya, mobil ini berhasil mendapatkan power window di semua kaca, ECO mode, spion dengan pengaturan elektrik, Electronic Power Steering (EPS), AC dengan pengaturan lengkap berikut heater, serta arm rest di baris kedua. Untuk keselamatan berkendara, Renault Duster sudah memperoleh ABS, EBD dan Brake Assist, dual SRS airbag, sensor parkir, dan Electronic Stability Program (ESP), yang berfungsi untuk menjaga kestabilan mobil. Tak ketinggalan ada pula Hill Start Assist (HSA), yang berfungsi untuk mencegah mundurnya mobil ketika ingin kembali menjalankan mobil dalam kondisi diam ditanjakan. Membawa kenyamanan khas mobil Eropa, untuk bantingan suspensinya mobil ini terasa lembut namun jauh dari kesan limbung. Untuk sistem peredam kejutnya menggunakan jenis MacPherson strut coil spring di depan dan Trailing arm & double acting shockbreaker di belakang. Pada varian 4×4 memakai jenis MacPherson strut coil spring with anti roll bar di depan serta Multilink with double acting shockbreaker dengan anti roll bar pada bagian belakang. Keunggulan Renault Duster lainnya ada pada jantung pacu dibalik bonet mobil ini. Mesin K9K Duster Seperti diketahui mobil ini dibekali mesin diesel berkapasitas 1.461 cc 4-silinder segaris dengan imbuhan turbocharger guna mendongkrak tenaga secara lebih maksimal. Di atas kertas, mesin dengan K9K berbekal teknologi dCi (diesel Common-rail injection) tersebut dapat memeras tenaga sebesar 110 PS di 4.000 rpm dan torsi 245 Nm pada 1.750 rpm. Mesin dengan suara lebih halus dibandingkan mesin diesel pada umumnya tersebut dipadukan transmisi manual 5-percepatan untuk varian 4×2, dan manual 6-percepatan. Bicara varian 4×4, mobil dengan sistem penggerak part-time tersebut untuk pengaturannya sangat mudah. Menggunakan model knob putar, pengemudi dapat mengaktifkan penggerak single shaft maupun double shaft secara mudah.    Mesin diesel yang digunakan sangat irit dari segi penggunaan bahan bakar. Berdasarkan pengetesan yang dilakukan oleh pihak Renault di India, pihaknya mengklaim bahwa varian 4×2 dapat menempuh jarak sejauh 19,64 km/liter, dan 19,72 km/liter untuk model 4×4. Kekurangan Renault Duster Bekas 1. Desain Kurang Diminati Masyarakat Indonesia Tampilan belakang Duster Secara bentuk Renault Duster khas desain mobil Negeri Vrindavan yang terlihat kaku. Terlihat pada tampilan eksteriornya mobil ini terlihat kurang begitu proper antara lekukan garis serta bentuk yang diterima. Penggunaan velgnya pun kurang terlihat proposional dengan bentuk bodi. Menurut sebagian orang secara desain keseluruhan tidak ‘nyambung’ antara tampilan depan, samping dan belakang. 2. Hanya Tersedia Transmisi Manual Tuas transmisi manual Duster Seperti yang disampaikan sebelumnya, Duster hanya menawarkan transmisi manual 5-percepatan dan manual 6-percepatan untuk varian 4×4. Kekurangan daripada transmisi manualnya yakni terasa keras ketika pedal kopling diinjak. Pedal kopling terasa keras ketika diinjak tentunya dapat mengurangi kenyamanan berkendara telebih saat terjebak di kemacetan. 3. Bengkel Resmi Terbatas Renault Maxindo Pecenongan Terakhir kekurangan Renault Duster yakni jaringan bengkel resmi yang terbatas. Tercatat menurut sistus resmi Renault Indonesia, saat ini hanya terdapat 15 diler resmi sekaligus sebagai bengkel resmi, yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Selain bengkel resmi yang sedikit, untuk spare part mobil ini juga sulit dijumpai di pasaran. Kesimpulan Harga bekas di bawah Rp100 juta, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan Renault Duster bekas yang wajib jadi pertimbangan. Poin plus moil ini diantaranya memiliki bantingan yang empuk, stabil, fitur cukup lengkap, serta kabin luas untuk sebuah SUV kompak 5-seater. Jarang ada di kelasnya, mobil ini juga sudah menggunakan sistem penggerak 4×4 part-time yang bisa digunakan untuk menakhlukan berbagai medan ekstrim. Berbekal mesin diesel 1.5L turbocharger, untuk konsumsi BBM-nya terbilang irit. Terlebih dikatakan beberapa pemiliknya bahwa mobil ini masih aman mengkonsumsi solar dengan kualitas rendah. Namun seperti yang disebutkan sebelumnya Duster mempunyai kekurangan pada desainnya yang kurang diminati masyarakat Indonesia, hanya tersedia transmisi manual, pijakan kopling keras, serta bengkel resmi terbatas dan spare part yang sulit didapatkan.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER