25.2 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
HomePolitikPemerintah Kota Bogor memperkuat visi kota yang ramah anak dan keluarga

Pemerintah Kota Bogor memperkuat visi kota yang ramah anak dan keluarga

Kota Bogor (ANTARA) – Tiga dinas yang berada di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, melakukan perjanjian kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, untuk memperkuat wilayahnya sebagai kota ramah anak dan keluarga.

Ketiga dinas yang melakukan perjanjian kerja sama ialah Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB).

Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah di Kota Bogor, Kamis, mengatakan kerja sama itu tentang penanganan masalah hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Syarifah mengatakan, kerja sama ini memperkuat visi dan misi Kota Bogor sebagai kota ramah anak dan keluarga. Terlebih Kota Bogor telah meraih predikat Kota Ramah Anak kategori Nindya.

“Memang Kota Bogor ini kan visinya ingin mewujudkan sebagai kota keluarga. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan predikat kota layak anak, ini yang ingin kita terus tingkatkan menjadi kota layak anak seutuhnya,” jelas Syarifah.

Kerja sama ini, sambung Syarifah, sebagai langkah antisipatif untuk permasalahan anak dan keluarga di Kota Bogor. Syarifah mengatakan, ke depan akan ada kegiatan bersama-sama dengan Kejari dengan target dan tujuan yang sama.

Bukan kali ini saja, ia menyebut, perjanjian kerja sama dengan Kejari Kota Bogor sudah dilakukan Pemkot Bogor dalam pendampingan, seperti pengawalan 10 program strategis Kota Bogor.

“Kami selalu berterima kasih dengan Kejari dan Forkopimda yang lain yang selalu membantu kami. Sudah ada beberapa kerja sama – kerja sama yang dilakukan dengan OPD yang lain,” ucapnya.

Kajari Kota Bogor Waito Wongateleng menyampaikan, perjanjian di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara ini merupakan yang perdana dilakukan oleh Kajari Kota Bogor. Dengan tujuan yang sama, untuk menguatkan jika terjadi permasalahan anak dan keluarga.

“Sebenarnya kami dengan tiga dinas ini saling berkesinambungan. Kami dalam penanganan Lidum banyak sekali ditemukan terkait dengan kekerasan anak dan keluarga tidak mampu,” kata Waito.

Pewarta: Shabrina Zakaria
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2024

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER