28.4 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024
HomeOtomotifApakah Mobil Listrik Kia EV3 Akan Masuk ke Indonesia Tahun Depan setelah...

Apakah Mobil Listrik Kia EV3 Akan Masuk ke Indonesia Tahun Depan setelah Diperkenalkan secara Global?

Pabrikan otomotif asal Negeri Gingseng, Kia, memperkenalkan mobil listrik keempatnya secara global yakni Kia EV3 secara world premiere pada Selasa 21 Mei 2024, melalui siaran konferensi pers yang dilakukan secara online.

Menempati segmen SUV kompak EV, EV3 mengambil turunan dari kia EV9 dengan membawa teknologi yang inovatif serta desain futuristik.

Kehadiran EV3 menetapkan standar baru yang belum pernah ada sebelumnya di sektor SUV EV kompak.

“Hadir dengan memberikan desain inovatif, teknologi terdepan serta lifestyle, kehadiran EV3 bertujuan untuk memperluas pengalaman EV SUV Kia yang luar biasa ke khalayak yang lebih luas,” ujar Ho Sung Song, Presiden dan CEO Kia.

Lebih lanjut ia mengatakan, EV3 baru diluncurkan secara resmi pada Juli mendatang.

“Kami berencana meluncurkan EV3 di Korea di Juli mendatang. Lalu Eropa di Q4 tahun ini, dan selanjutnya untuk market ASEAN kami rencanakan tahun depan. Kami belum putuskan di mana negaranya, tapi kami targetkan untuk pasar Asia di tahun depan,” ucapnya.

Mobil Listrik Kia EV3 Dibuat dari Bahan Daur Ulang

Seperti mobil baru Kia lainnya, Kia EV3 untuk beberapa materialnya terbuat dari berbagai item ramah lingkungan untuk mempercepat keberlanjutan dalam skala besar.

Kain daur ulang diaplikasikan pada dashboard dan door trim, serta bahan Polyethylene terephthalate (PET) yang merupakan salah satu plastik yang paling mudah didaur ulang di dunia.

Untuk bahan PET sendiri terdapat di berbagai area interior, termasuk kursi, headliner, sandaran tangan pintu, hiasan, alas kabin, dan papan penutup bagasi.

Dapat Menempuh Jarak Sejauh 600 Kilometer

Seperti mobil listrik Kia lainnya yang sudah lebih dulu diluncurkan, EV3 ditopang menggunakan platform E-GMP (Electric Global Modular Platform), platform khusus mobil listrik Kia dan Hyundai yang mempunyai banyak keunggulan.

“Kia EV3 telah dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang menginginkan mobil yang sesuai dengan nilai-nilai keberlanjutan. Kendaraan ini menyediakan salah satu ukuran ruang tamu dan bagasi terbaik di kelasnya, sementara dari segi arsitektur menggunakan platform E-GMP yang fleksibel sekaligus menghadirkan jangkauan berkendara AER terbaik di kelasnya,” kata Spencer Cho, Wakil Presiden dan Kepala Perencanaan Bisnis Global.

Penggunaan platform E-GMP pada mobil ini menghasilkan dimensi dengan panjang 4.300 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.560 mm, dan wheelbase 2.680 mm.

Platform E-GMP yang digunakan bersanding dengan baterai berjeniskan NCM generasi keempat.

NCM sendiri merupakan baterai yang terdiri dari bahan Nikel, Kobalt, dan Mangan, yang ketiganya tergabung di sistem lithium-ion.

“Kenapa NCM bukan LFP? Kami pilih baterai jenis ini karena punya beberapa kelebihan. Seperti halnya power output lebih baik, waktu pengeceasan lebih pendek dan longer distance secured untuk NCM baterai,” jelas Ho Sung Song.

Pada model EV3, Kia menawarkan dua varian, yakni Standard dengan dibekali baterai berkapasitas 58,3 kWh, dan varian Long Rang yang menggunakan baterai berukuran 81,4 kWh.

Untuk keduanya sama-sama dipersenjatai motor listrik berdaya 150 kW (204 PS) dengan torsi sebesar 283 Nm.

Alhasil berkat penggunaan motor listrinya tersebut berhasil mencatatakan waktu akselerasi terbaik 0-100 km/jam hanya dalam 7,5 detik, dan kecepatan maksimum berada di angka 170 km/jam.

Berdasarkan pengetesan yang dilakukan secaraq WLTP, EV3 Long Range memiliki daya jangkauan hingga 600 kilometer.

Memiliki daya tempuh yang jauh memberikan rasa percaya diri lebih tinggi bagi mereka yang suka melakukan perjalanan jauh.

Mempunyai sistem manajemen pengisian kendaraan yang canggih, memungkinkan pengecasan baterai dari 10-80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 31 menit dengan menggunakan metode pengisian daya cepat.

“Dengan jangkauan berkendara WLTP hingga 600 km dan kemampuan pengisian cepat, EV3 menjawab kekhawatiran umum mengenai kendaraan listrik. Hal ini tentunya meyakinkan para konsumen yang tadinya ragu kemudian beralih ke kendaraan listrik secara massal,” tutup Ho Sung Song.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER