26.1 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
HomeKesehatanWHO: Remaja Lebih Banyak Menggunakan Rokok Elektrik Daripada Orang Dewasa

WHO: Remaja Lebih Banyak Menggunakan Rokok Elektrik Daripada Orang Dewasa

Liputan6.com, Jakarta – Studi Hooking the Next Generation menyoroti bagaimana industri tembakau dan nikotin merancang produk dan menerapkan kampanye pemasaran yang membuat generasi muda dunia kecanduan.

Laporan ini dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan pengawas industri tembakau global STOP pada Kamis, 23 Mei 2024 di New York.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa secara global diperkirakan 37 juta anak berusia 13 hingga 15 tahun menggunakan tembakau. Dan di banyak negara, tingkat penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja melebihi jumlah orang dewasa.

Di wilayah Eropa, 20 persen anak usia 15 tahun yang disurvei melaporkan menggunakan rokok elektrik dalam 30 hari terakhir.
Meskipun ada kemajuan yang signifikan dalam mengurangi penggunaan tembakau, kemunculan rokok elektronik serta produk tembakau dan nikotin baru lainnya menghadirkan ancaman besar bagi generasi muda dan pengendalian tembakau. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik meningkatkan penggunaan rokok konvensional, khususnya di kalangan remaja yang tidak merokok, hampir tiga kali lipat.

“Sejarah terulang, ketika industri tembakau mencoba menjual nikotin yang sama kepada anak-anak kita dalam kemasan yang berbeda,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (25/5/2024).

“Industri rokok secara aktif menargetkan sekolah, anak-anak dan generasi muda dengan produk-produk baru yang pada dasarnya adalah jebakan rasa permen. Bagaimana mereka bisa berbicara tentang pengurangan dampak buruk ketika mereka memasarkan produk-produk yang berbahaya dan sangat membuat ketagihan ini kepada anak-anak?” tambahnya.

Source link

BERITA TERBARU
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER