Di tengah kenaikan kasus COVID-19 di Asia, epidemiolog Dicky Budiman mendorong kelompok berisiko untuk segera mendapatkan vaksin booster. Dicky merekomendasikan vaksin yang melindungi saluran pernapasan, seperti vaksin influenza dan COVID-19. Kelompok berisiko termasuk lansia dengan penyakit penyerta atau komorbid, yang rentan terinfeksi virus.
Dicky menekankan pentingnya meningkatkan proteksi bagi kelompok lansia dengan komorbid, terutama bagi mereka yang sering bepergian atau didatangi oleh orang lain dengan mobilitas tinggi. Vaksinasi booster tidak perlu dilakukan setiap tahun, tetapi bisa dilakukan tiap dua tahun untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus COVID-19.
Bagi lansia dengan komorbid, infeksi influenza dan COVID-19 dapat mengancam nyawa. Oleh karena itu, perlindungan tambahan diperlukan untuk menjaga imunitas tubuh. Dicky menjelaskan bahwa lansia dengan komorbid merupakan populasi yang rentan, dan infeksi penyakit saluran pernapasan dapat menjadi sangat berbahaya bagi mereka. Kabar baiknya adalah bahwa vaksin booster dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan virus.
Sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi serius, vaksin booster dianggap penting bagi kelompok berisiko. Dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh, diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi kelompok lansia dengan komorbid. Semua langkah yang diambil adalah untuk keselamatan dan kesehatan bersama.


