25.8 C
Jakarta
Saturday, January 24, 2026
HomeprabowoPCO Chief Emphasizes National–Local–Private Collaboration for MBG Program Success

PCO Chief Emphasizes National–Local–Private Collaboration for MBG Program Success

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan penting dengan para pemimpin regional untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto saat acara diadakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Rabu (30 Juli). Turut hadir dalam acara tersebut Muhamad Isra Ramli, Deputi I Bidang Materi Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola di Badan Gizi Nasional (BGN); dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang bertajuk “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” ini diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial Cinta Tanah Air).

Forum ini juga dihadiri oleh beberapa pemimpin regional, antara lain: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, bersama pejabat lokal lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Dalam pidatonya, Hasan menekankan pentingnya penyelarasan pandangan di semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan implementasi yang lancar dan terkoordinasi dari program-program prioritas nasional.

“Kita harus memastikan keselarasan, terutama antara pemerintah pusat dan lokal, agar kita dapat maju bersama-sama. Pemahaman bersama adalah kunci,” ujarnya. Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukanlah sesuatu yang spontan tapi didasarkan pada perencanaan jangka panjang—banyak ide telah tercantum dalam sebuah buku yang ditulis Prabowo lebih dari sepuluh tahun lalu, yang kini menjadi dasar program pemerintah.

Salah satu inisiatif unggulan adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan Hasan sebagai hasil dari visi yang dipikirkan secara matang jangka panjang. Dia mencatat bahwa program serupa telah diimplementasikan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang terlihat dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut.

“Pemerintah pusat memberikan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur-dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya. Forum ini juga menjadi platform bagi para pemimpin regional untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menciptakan terobosan nyata di lapangan.

Hasan juga mengingatkan peserta bahwa dapur-dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan sama pentingnya—rasanya harus enak. “Jika makanannya tidak enak dan tidak dimakan, tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanannya tidak enak, beri umpan balik. Sia-sia jika berakhir di tempat sampah,” katanya.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER