Berita terbaru dari Ambon, Maluku, menunjukkan kekerasan antarwarga di kawasan Hunuth telah menyebabkan satu korban jiwa, 35 rumah terbakar dan rusak, serta membuat 636 orang terpaksa mengungsi. Menariknya, polisi berhasil mengidentifikasi seorang pelajar sebagai pemicu utama kerusuhan ini. Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menahan beberapa orang terlibat dalam insiden tersebut, termasuk pelaku utama yang memicu kekacauan. Menurut Brigjen Pol Imam Thobroni, kerusuhan ini berawal dari perkelahian antarsiswa yang berujung pada penikaman yang mengakibatkan satu siswa tewas. Peristiwa tragis ini kemudian memicu amukan warga hingga terjadinya kerusakan yang signifikan. Polisi telah mengamankan pelaku utama, serta mengidentifikasi para pelaku pembakaran rumah, yang saat ini sedang dalam proses pengumpulan bukti untuk penangkapan. Wakapolda Maluku juga menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi prioritas kepolisian untuk mencegah agar konflik tidak bertambah parah, melalui pendekatan dengan berbagai elemen masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik sosial, dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada pihak berwenang.


