Stress memiliki dampak serius pada tubuh, menurut Steele, respons “fight or flight” yang terjadi selama stres dapat menyebabkan otot-otot dalam tubuh, seperti leher, bahu, punggung, dan rahang, menegang secara otomatis untuk menghadapi tekanan. Jika stres berlangsung dalam jangka waktu lama, ketegangan otot ini dapat menyebabkan kekakuan, nyeri, dan kejang. Selain itu, stres kronis juga dapat memengaruhi postur tubuh, menciptakan ketidakseimbangan dan ketegangan otot yang berkelanjutan, meningkatkan persepsi terhadap rasa nyeri di berbagai bagian tubuh.
Menariknya, Steele juga menyoroti dampak stres pada masalah usus. Stres dapat menjadi pemicu gejala diare, perut kembung, dan masalah pencernaan lainnya. Hal ini karena adanya hubungan dua arah antara usus dan otak yang disebut sebagai sumbu usus-otak. Dengan peningkatan tingkat stres, terjadi perubahan pada usus yang dapat memicu berbagai masalah pencernaan seperti kembung, diare, sembelit, dan rasa sakit perut.
Dalam situasi stres yang berlebihan, penting bagi kita untuk memahami gejala-gejala yang muncul dan mencari cara untuk mengatasinya sebelum merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.


