Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan sebanyak 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta menuju daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Koordinasi ini dilakukan sebagai upaya respons cepat terhadap situasi darurat akibat bencana alam. Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa dari total 11 helikopter yang dikerahkan, sembilan di antaranya sudah berada di lokasi terdampak sejak tanggal 26 November 2025 dan telah aktif dalam operasi bantuan. Selain itu, dua helikopter tambahan baru saja diterbangkan ke Aceh dari Jakarta. Helikopter-helikopter tersebut memiliki tugas utama mendukung distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dengan memperhatikan keselamatan penerbangan dan kondisi cuaca sebagai prioritas utama dalam setiap operasi. Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto juga memberikan informasi terkait perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Hingga saat ini, tercatat 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang, dan 12 orang luka-luka akibat bencana tersebut. Selain itu, beberapa wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatra Barat juga mengalami dampak yang signifikan akibat bencana tersebut. Peran helikopter dalam distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan menjadi sangat krusial dalam situasi darurat seperti ini, di mana akses jalur darat terputus dan kebutuhan mendesak harus segera terpenuhi.


