Penanganan HIV merupakan isu yang tidak hanya terkait dengan aspek medis tetapi juga sosial. Stigma terhadap HIV masih sangat kuat, menyebabkan banyak orang enggan untuk memeriksa status mereka atau mencari pengobatan. Menurut Program Manager Indonesia AIDS Coalition, Patric J Laurens, masalah HIV tidak dapat dipisahkan hanya sebagai masalah kesehatan semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang perlu ditangani.
Indonesia AIDS Coalition (IAC) berupaya menekan stigma terhadap HIV melalui kampanye kepada masyarakat yang diberi judul “Tenang Ada Gue.” Kampanye ini bertujuan untuk membangun empati, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam menyikapi HIV. Dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang HIV, diharapkan stigma terhadap penderita HIV dapat berkurang.
Patric menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan IAC tidak konvensional, yaitu melalui pesan kepada masyarakat umum bahwa tidak perlu merasa takut untuk melakukan tes HIV atau mencari pengobatan karena ada dukungan dari berbagai pihak. Dalam rangka Hari AIDS Sedunia, Patric menyampaikan harapannya agar stigma HIV bisa dihilangkan, dan melibatkan public figure dan tokoh masyarakat dalam kampanye ini.
Dukungan untuk kampanye “Tenang Ada Gue” ini diawali dari musisi Bongki Ismail, yang menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat umum dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan HIV tanpa menimbulkan stigma. Bongki Ismail sendiri telah lama mengamati stigma yang melekat pada HIV, dan berharap agar masyarakat bisa bersatu dalam melawan stigma tersebut untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Melalui kampanye ini, IAC dan berbagai pihak berharap stigma terhadap HIV dapat berkurang, dan penderita HIV dapat mendapatkan dukungan dan perawatan yang layak tanpa harus merasa terancam oleh stigma.


