29.7 C
Jakarta
Thursday, May 21, 2026
HomeLainnyaPolemik Lingkungan Muncul Lagi Setelah Banjir Hebat

Polemik Lingkungan Muncul Lagi Setelah Banjir Hebat

Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, baru-baru ini dilanda banjir dan tanah longsor yang menyebabkan banyak korban jiwa dan mengganggu akses transportasi serta komunikasi. Akibat besarnya dampak bencana, Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, yaitu dari 28 November sampai 11 Desember 2025. Meski peristiwa ini memicu keprihatinan luas, perdebatan di media sosial justru banyak menyoroti hubungan antara kerusakan lingkungan di Sumatera dengan sejumlah kebijakan masa lalu.

Nama Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjadi sasaran kritikan warganet. Banyak unggahan menyoroti sosoknya karena pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Beberapa akun menyebut kebijakan pemberian izin selama masa jabatannya berdampak pada kerusakan hutan yang kini dituding sebagai penyebab bencana banjir dan longsor.

Salah satu kritik tajam muncul dari akun Instagram Balqis Humaira yang secara langsung menyebut Zulkifli Hasan. Ia menyinggung penderitaan warga akibat banjir dan longsor, serta menuding hal itu sebagai akibat dari perizinan dan regulasi pemerintah. Menurut Balqis, keputusan pejabat dalam mengeluarkan izin membuka lahan telah menimbulkan perambahan liar dan merusak kawasan hutan.

Masalah deforestasi di tanah Sumatera memang bukan pertama kali dikaitkan dengan Zulkifli Hasan. Rekam jejaknya sebagai Menteri Kehutanan 2009–2014 berulang kali menjadi sasaran protes organisasi lingkungan. Salah satu kasus yang kerap dibicarakan adalah kerusakan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, yang berkurang drastis akibat konversi ilegal lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Menurut keterangan Balqis, luas hutan tersebut dulu mencapai sekitar 83 ribu hektare, tapi kini kebanyakan sudah berubah menjadi kebun sawit ilegal.

Bukan hanya masalah area yang menyusut, hancurnya fungsi hutan sebagai penahan air juga berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir dan longsor. Kerusakan sistem ekosistem membuat wilayah di sekitarnya makin rentan terhadap bencana alam seperti yang baru saja terjadi.

Tak ketinggalan, viral juga kembali potongan dokumenter tahun 2013. Dalam video tersebut, aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulkifli Hasan dan mempertanyakan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi hutan, khususnya di wilayah Tesso Nilo. Momen itu memperlihatkan sorotan tajam dunia internasional terhadap kebijakan pengelolaan hutan di Indonesia.

Warganet pun ramai membagikan video dan mengaitkannya dengan bencana terbaru di Sumatera. Akun-akun seperti @voxnetizens menilai bahwa bencana ini tidak semata-mata kejadian alam, namun akibat dari kebijakan manusia yang abai pada lingkungan. Unggahan mereka menyorot bahwa pembukaan hutan, alih fungsi lahan, dan pembiaran terhadap ekspansi perusahaan sawit merupakan keputusan yang diambil manusia, sehingga bertanggung jawab atas terjadinya bencana.

Situasi ini memperlihatkan bahwa selain menjadi tragedi kemanusiaan, bencana banjir dan longsor di Sumatera juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai peran kebijakan pemerintah terdahulu dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatan masyarakat.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan

BERITA TERBARU

BERITA POPULER