Rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami dampak dari banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Akibatnya, fasilitas kesehatan tersebut belum dapat beroperasi seperti biasa. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa layanan kesehatan bagi fasilitas yang terdampak diselenggarakan di posko kesehatan atau tempat pengungsian.
Dalam situasi bencana banjir, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh mencatat bahwa layanan kesehatan maksimal dilakukan di lantai yang tidak terkena dampak, yaitu lantai 3. Ketua IDAI Cabang Aceh, Raihan, menjelaskan bahwa petugas kesehatan di Tamiang mengungsi di lantai dua sementara pasien dipindahkan ke lantai 3.
Pasien dari rumah sakit yang terendam banjir diungsikan ke rumah sakit lain yang masih mampu memberikan layanan kesehatan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa terdapat dua rumah sakit, 15 puskesmas, dan 32 puskesmas pembantu di Kabupaten Aceh Tamiang. Upaya yang dilakukan untuk menjaga kontinuitas pelayanan kesehatan di tengah kondisi darurat banjir terus dilakukan oleh pihak terkait.


