Hari Prematur Sedunia diperingati setiap tahun pada 17 November untuk meningkatkan kesadaran tentang kelahiran prematur. Pada tahun ini, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama Nestlé Indonesia menggelar seminar nasional dengan tema “From Fragile Beginnings to Strong Futures: Advancing Nutrition for Premature Infants”. Delapan belas tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit di Indonesia mengikuti seminar ini untuk meningkatkan kualitas perawatan bayi prematur dan berat badan lahir rendah.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa setiap tahun sekitar 15 juta bayi lahir prematur di seluruh dunia, dan lebih dari satu juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang bisa dicegah. Indonesia memiliki peringkat kelima tertinggi dalam kasus kelahiran prematur di dunia dengan perkiraan 675.700 kasus setiap tahun. Prematuritas dan BBLR merupakan penyebab utama kematian bayi di Indonesia.
Kolaborasi antara RSCM dan Nestlé Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan tenaga kesehatan bagi bayi prematur. Melalui edukasi dan peningkatan kapasitas, keberadaan seminar nasional ini diharapkan dapat memberikan perawatan terbaik bagi bayi prematur di Indonesia. Para ahli di bidang neonatologi dan tumbuh kembang anak turut menekankan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak hari pertama kehidupan bayi prematur.
Nestlé, dengan filosofi Force for Good, berkomitmen untuk mendukung kesehatan bayi prematur melalui berbagai inisiatif edukasi dan kolaborasi dengan rumah sakit di seluruh Indonesia. Dukungan ini tidak hanya memperhatikan aspek medis tetapi juga aspek emosional dari keluarga dan tenaga kesehatan. Melalui langkah kecil ini, diharapkan masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh dapat diwujudkan.


