29.7 C
Jakarta
Thursday, May 21, 2026
HomeKesehatanFenomena Squall Line di Malam Tahun Baru: Fakta vs Hoaks

Fenomena Squall Line di Malam Tahun Baru: Fakta vs Hoaks

Selama masa libur Natal dan tahun baru (Nataru), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya akan berawan hingga hujan ringan dan sedang. Meskipun demikian, di beberapa wilayah tetap ada potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang perlu diwaspadai. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu beserta potensi dampak hidrometeorologi yang mungkin terjadi.

“Dalam perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap tenang namun waspada, serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama saat melakukan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun,” ujar Faisal.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti La Niña lemah yang disertai Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, aliran angin dari Asia, suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia, serta aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Rossby Ekuator yang mendukung pembentukan awan hujan.

Tak hanya itu, adanya Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia selatan Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga turut mempengaruhi kondisi cuaca dengan perlambatan dan pertemuan angin. Hal ini dapat meningkatkan potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi di beberapa wilayah.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER