Di balik dinding RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, perjuangan untuk nyawa tak pernah mengenal kata jeda. Meski bencana sempat melumpuhkan akses dan infrastruktur wilayah, rumah sakit ini tetap berdiri sebagai pelita harapan bagi warga.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap berjalan tanpa henti di tengah situasi menantang tersebut. Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, menegaskan bahwa kecepatan dan kepastian adalah hal yang penting untuk memastikan rumah sakit dapat kembali beroperasi dan memberikan layanan pascabencana. Dalam masa transisi pemulihan, stabilitas energi dan pasokan air bersih menjadi aspek utama yang harus dijaga.
rsud terbuka kembali pada 9 Desember lalu, dan telah melayani 507 pasien rawat inap, 2.350 pasien rawat jalan, 48 pasien operasi, 8 pasien ICU, 20 pasien cuci darah, dan 656 pasien unit gawat darurat. Dukungan Pertamina dengan suplai air dan BBM sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional rumah sakit.
Pertamina menyampaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam mendukung layanan publik seperti rumah sakit agar tetap beroperasi dalam kondisi darurat. Fokus pemulihan meliputi pembersihan infrastruktur, pemulihan listrik, air, dan logistik medis untuk memastikan layanan kesehatan optimal. Nutrisi bagi paramedis dan pasien juga didukung melalui dapur umum Pertamina Peduli.
Komitmen Pertamina sebagai wujud kehadiran negara turut mendukung pemulihan layanan kesehatan pascabencana. Energi bukan hanya komoditas, melainkan juga kekuatan untuk menjaga harapan dan kehidupan di tengah masa pemulihan.


