27.9 C
Jakarta
Friday, January 23, 2026
HomeBeritaPrakiraan Cuaca: Hujan Diprediksi di Kota Besar Jumat Ini

Prakiraan Cuaca: Hujan Diprediksi di Kota Besar Jumat Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sebagian besar kota besar di Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada Jumat (9/1/2026). Berdasarkan sistem peringatan dini cuaca BMKG, kota-kota besar di Pulau Sumatera seperti Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjungpinang, Padang, dan Palembang diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, beberapa wilayah lainnya seperti Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir.

Di wilayah Pulau Jawa, BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Banten, sementara Surabaya diprediksi akan diguyur hujan lebat yang disertai kilat. Untuk Pulau Kalimantan, Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara Tanjung Selor dan Banjarmasin berpeluang diguyur hujan lebat disertai kilat.

Sementara itu, di Pulau Bali dan Mataram berpotensi mengalami hujan ringan, sedangkan Kupang kemungkinan akan diguyur hujan lebat disertai kilat. Di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang dapat terjadi di Mamuju, Makassar, Kendari, Palu, dan Gorontalo, sementara Manado diprediksi akan berawan. Untuk wilayah timur Indonesia, seperti Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke berpotensi hujan ringan hingga sedang, sementara Manokwari dan Ambon diprediksi akan cerah.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga mencapai enam meter di sejumlah perairan Indonesia, termasuk di wilayah Laut Natuna Utara. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, mengatakan bahwa potensi gelombang laut tinggi diprakirakan terjadi pada periode 7 hingga 10 Januari 2026, dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Jenna dan Bibit Siklon Tropis 90W. BMKG juga mencatat pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari barat laut hingga timur laut, sementara di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya pengelolaan informasi yang andal, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai pilar utama dalam manajemen risiko bencana hidrometeorologi. Melalui informasi cuaca dan peringatan dini yang tepat, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengantisipasi dampak dari kondisi cuaca ekstrem.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER