Gangguan kecemasan diduga memiliki hubungan dengan gaya hidup modern yang dikombinasikan dengan pola makan tidak seimbang. Peneliti dari University of California di Davis, Amerika Serikat menemukan bahwa kekurangan kolin dalam otak adalah penyebab munculnya kecemasan. Kolin memainkan peran penting dalam regulasi suasana hati, pikiran, dan emosi.
Orang dengan gangguan kecemasan cenderung memiliki kadar kolin yang lebih rendah di wilayah otak yang mengatur pemikiran dan emosi. Hal ini menjelaskan mengapa otak bereaksi lebih intens terhadap stres pada individu dengan gangguan kecemasan. Nutrisi dapat membantu mengembalikan keseimbangan kolin dalam otak.
Menurut Kementerian Kesehatan, kolin adalah zat gizi penting untuk fungsi normal otak melalui pembentukan neurotrasmiter asetilkolin. Asetilkolin berperan dalam proses penyimpanan dan pemanggilan kembali memori, perhatian, dan konsentrasi seseorang. Profesor Ronny Rachman Noor dari IPB menjelaskan bahwa kolin berperan dalam daya ingat, kesehatan sel, dan emosi.
Kolin dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan, terutama produk peternakan seperti susu, daging, dan telur. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kolin membantu mengurangi kegelisahan.


