Gen Z sering diidentikkan dengan sikap berani mengambil risiko dan tidak terlalu takut miskin. Namun, di balik gaya hidup bebas dan santai, sebagian anak muda juga merasa takut akan kematian di usia muda. Titin Sahra Melani, salah satunya, mengungkapkan rasa takutnya terhadap kematian karena masih banyak impian yang ingin ia capai. Kesadaran akan pentingnya hidup sehat mulai muncul di dirinya ketika melihat kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti melewatkan sarapan, pola makan tidak teratur, jarang minum air putih, dan begadang hampir setiap hari.
Selain kematian, ada juga Gen Z lainnya, seperti Selvi Anitha Lestari, yang lebih takut akan miskin daripada mati. Merasa khawatir terhadap masa depan ekonomi dan kesehatan mental, Selvi berusaha menjaga pola hidupnya dengan menghindari konsumsi makanan manis dan pedas untuk menjaga kesehatannya. Di sisi lain, Aliyyah Fayyaza Zulthany berpendapat bahwa ketakutan terhadap kemiskinan dan kesehatan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, kondisi ekonomi seseorang turut memengaruhi kemampuan untuk hidup sehat, karena kondisi miskin dapat membuat akses ke layanan kesehatan menjadi terbatas.
Dari pengalaman dan pandangan Gen Z di atas, tergambar bahwa kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan keberlanjutan ekonomi merupakan dua hal yang sangat berdampingan dalam kehidupan mereka. Keseimbangan antara keduanya menjadi kunci untuk mencapai hidup yang berkualitas dan bermakna bagi generasi muda ini. Mengetahui dan mengatasi ketakutan mereka secara bijak akan membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik dan lebih terarah.


