Trofi Piala Dunia tetap dijaga ketat oleh FIFA saat dipamerkan kepada masyarakat. Pengunjung diizinkan untuk berfoto dengan trofi, namun diharapkan tidak menyentuhnya karena dipajang di dalam kotak kaca yang memberikan kesan sakral. Langkah ekstra ketat dalam pengamanan trofi ini dipahami karena sejarah dua kali trofi sebelumnya hilang. Piala Jules Rimet dicuri sebelum Piala Dunia 1966 dan ditemukan kembali, namun hilang kembali di Brasil pada 1983. FIFA kemudian membuat trofi baru yang sekarang dipamerkan.
Bola.com ikut serta dalam rombongan FIFA dan Coca-Cola yang membawa trofi ke Indonesia. Pesawat khusus FIFA jenis Airbus berangkat dari Bandara Subang SkyPark pada pukul 8.30 pagi waktu Malaysia. Trofi akan dipamerkan selama sehari di Jakarta International Convention Center sebelum dibawa ke Bangkok. Ratu Tisha, Wakil Ketua Umum PSSI, juga bergabung dalam rombongan ini.
Pameran trofi Piala Dunia di Indonesia merupakan momen kebanggaan bagi pecinta sepak bola Tanah Air. FIFA memilih Indonesia sebagai bagian dari rangkaian FIFA World Cup Trophy Tour 2026 setelah terakhir kali dipamerkan pada tahun 2014. Ratu Tisha mengungkapkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam acara ini menunjukkan komitmen PSSI dalam melakukan transformasi positif dalam dunia sepak bola.


