Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadapi keterbatasan anggaran untuk pencegahan bencana, sehingga mereka mencari tambahan pendanaan melalui pinjaman luar negeri. Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan langkah ini di sebuah rapat kerja di Jakarta. Anggaran pencegahan BNPB yang terbatas memaksa mereka mencari sumber pembiayaan tambahan guna meningkatkan ketersediaan dana sebelum terjadinya bencana. Selain itu, BNPB juga memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat, sementara pinjaman luar negeri digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi dan sensor peringatan dini di wilayah rawan bencana. Kerja sama dengan BMKG juga diperkuat dalam merumuskan konsep peringatan dini gempa bumi dan tsunami sebagai bagian dari upaya mitigasi. BNPB fokus pada pencegahan bencana dengan memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia guna menghadapi situasi yang lebih baik di masa depan.


