Pemeriksaan SADARI adalah salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang sederhana dan dapat dilakukan sendiri. Metode ini hanya membutuhkan beberapa menit dari waktu Anda dan dapat rutin dimasukkan ke dalam jadwal bulanan. Bagi wanita yang masih menstruasi, disarankan untuk melakukan SADARI pada hari ke lima hingga 10 setelah menstruasi pertama. Sedangkan bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini setidaknya satu kali setiap bulan.
Langkah-langkah melakukan SADARI sesuai dengan panduan Kementerian Kesehatan RI. Pertama, berdirilah di depan cermin dan angkat kedua tangan dengan bahu sejajar. Amati bentuk, ukuran, dan warna payudara serta perhatikan apakah terdapat benjolan, kerutan, atau perubahan lainnya. Langkah kedua, angkat kedua lengan setinggi mungkin untuk memeriksa adanya kelainan pada payudara. Normalnya, kedua payudara seharusnya terangkat secara bersamaan.
Selanjutnya, langkah ketiga adalah dengan menggunakan ujung jari untuk memeriksa permukaan payudara secara perlahan. Rasakan apakah terdapat benjolan atau perubahan lainnya. Langkah keempat, peras puting secara perlahan dan amati apakah terdapat cairan yang keluar, seperti cairan berwarna putih, kuning, atau darah. Langkah kelima, bungkukkan badan dan perhatikan apakah terdapat perubahan visual pada payudara.
Terakhir, periksa payudara dengan posisi berbaring dengan memberikan bantalan di sisi payudara yang diperiksa. Letakkan tangan di belakang kepala dan gunakan ujung jari untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan metode SADARI yang sederhana ini, kita dapat meningkatkan kesadaran akan kesehatan payudara dan potensi deteksi dini kanker payudara. Jadi, jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan secara mandiri dan berkonsultasi dengan dokter jika menemukan hal yang abnormal dalam payudara.


