Pemerintah tengah fokus mempercepat pemerataan fasilitas kesehatan hingga ke daerah, dengan upaya penyediaan alat medis canggih di rumah sakit kabupaten. Langkah strategis ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar saat membutuhkan layanan kesehatan lanjutan. Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerataan fasilitas kesehatan menjadi prioritas pemerintah mulai tahun ini. Kementerian Kesehatan akan memasang alat-alat modern di seluruh kabupaten di Indonesia, termasuk instalasi CT scan, mamografi, fasilitas laboratorium, serta layanan patologi anatomi.
Targetnya adalah memasang ratusan unit alat diagnostik dan terapi di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada tahun 2027. Dukungan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit daerah dengan diagnosis yang lebih cepat dan akurat. Namun, selain infrastruktur dan alat medis, ketersediaan dokter spesialis juga menjadi perhatian serius. Indonesia masih kekurangan ribuan dokter spesialis, terutama di wilayah luar Pulau Jawa. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengintegrasikan distribusi alat medis dengan program penempatan dokter spesialis melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit.
Sebanyak 58 peserta PPDS akan ditempatkan di tujuh wilayah luar Jawa, dengan penempatan fokus di daerah yang membutuhkan tenaga dokter spesialis. Peserta yang telah ditempatkan diharapkan akan kembali dan mengabdi di daerah tersebut setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui kombinasi pengadaan alat medis modern dan distribusi dokter spesialis, pemerintah berharap dapat menekan kesenjangan layanan kesehatan antara kota besar dan daerah. Dengan demikian, diharapkan masyarakat di kabupaten/kota dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat, dan berkualitas.


