Selama bulan puasa, Doni menyarankan tiga waktu strategis untuk melakukan olahraga, yaitu satu jam sebelum berbuka, setelah berbuka, dan setelah sahur. Hal ini bertujuan agar tetap aktif tanpa risiko kelelahan atau dehidrasi yang dapat membatalkan puasa. Dr. Revai menekankan pentingnya pemilihan waktu olahraga yang tepat untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Meskipun asupan nutrisi terbatas, olahraga tetap bisa dilakukan dengan memperhatikan manajemen waktu dan jenis gerakan yang dilakukan.
Adanya riwayat penyakit seperti diabetes perlu diwaspadai, karena bisa meningkatkan risiko hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah. Selain itu, aktivitas fisik saat puasa juga dapat memicu efek darah rendah, mengakibatkan pusing atau bahkan pingsan pada orang dengan tekanan darah rendah. Penyakit jantung juga bisa mengalami komplikasi akibat perubahan ritme jantung dan dehidrasi saat berolahraga selama puasa.
Adapun maag akut juga perlu diperhatikan, karena olahraga yang terlalu intens saat perut dalam keadaan kosong dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, penting untuk memilih waktu yang tepat dan jenis olahraga yang ringan selama bulan puasa. Olahraga saat puasa seharusnya lebih fokus pada menjaga kebugaran tubuh, bukan mencari pencapaian rekor pribadi. Dengan demikian, tetap bisa menjaga kesehatan dan beraktivitas secara optimal hingga hari kemenangan tiba.


