23.9 C
Jakarta
Saturday, March 7, 2026
HomeKesehatanStrategi Menahan Lapar Saat Puasa Ramadan Tanpa Emosi di Medsos

Strategi Menahan Lapar Saat Puasa Ramadan Tanpa Emosi di Medsos

Puasa Ramadan mengajarkan kita untuk menahan lapar, haus, dan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Dengan badan bisa menjalani puasa dengan disiplin, disayangkan emosi di media sosial kadang sulit untuk dikendalikan. Komentar pedas, reaksi spontan, dan perdebatan seringkali memanas selama Ramadan di dunia digital.

Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet. Hal ini menunjukkan bahwa kita terus terpapar dengan informasi, opini, dan konten yang tak henti-hentinya. Paparan digital yang tinggi dapat menyebabkan overstimulasi pada otak yang pada gilirannya membuat rentang perhatian menjadi pendek dan membuatnya sulit untuk mempertahankan fokus untuk waktu lama.

Selain itu, otak juga cenderung masuk ke mode reaktif di tengah banyaknya keputusan mikro yang harus diambil setiap hari. Paparan digital memperbanyak micro-decisions yang pada akhirnya bisa menyebabkan kelelahan mental. Ditambah lagi, puasa Ramadan juga menambah tantangan dengan perubahan pola makan dan tidur yang mempengaruhi kestabilan energi dan emosi.

Platform digital dirancang untuk merespons cepat dengan video pendek, notifikasi yang mencolok, serta sistem like dan komentar instan yang memberikan sensasi penghargaan cepat dalam otak. Hal ini membuat otak terbiasa dengan kepuasan instan dan saat kondisi mental dan fisik sedang lemah seperti saat puasa, otak cenderung memilih respons yang tercepat dan berbasis emosi.

Bagaimana menghadapi tantangan tersebut? Menurut Psikolog Klinis Rika Ermasari, penting untuk mengaktifkan konsep wise mind, di mana pikiran rasional dan emosi seimbang sebelum bertindak. Tantangannya adalah reaksi sering muncul sebelum wise mind bisa bekerja dengan baik. Oleh karena itu, dalam dunia digital, sangat penting untuk tidak terlalu cepat bereaksi sebelum pikiran kita seimbang dengan emosi yang kita rasakan.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER