30.6 C
Jakarta
Sunday, May 10, 2026
HomeBeritaTingkat Kepercayaan Kepolisian dan Budaya Masyarakat

Tingkat Kepercayaan Kepolisian dan Budaya Masyarakat

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syafuan Rozi, mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian adalah budaya masyarakat itu sendiri. Menurutnya, jika budaya hukum masyarakat di suatu negara tinggi, maka akan berdampak positif pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Speakup Kamtibmas antara Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) bersama BRIN dengan tema ‘Eksistensi Polri dalam Menjaga Kamtibmas di bulan Ramadan’.

Syafuan juga menyoroti data tren tingkat kepercayaan publik terhadap polisi yang masih dipegang oleh negara Belanda sebagai negara dengan tingkat kriminalitas yang minim. Hal ini dikaitkan dengan penerapan sistem restorative justice di Belanda, yang merupakan langkah awal dalam menyelesaikan konflik sosial sebelum masuk ke ranah penegakan hukum formal. Selain itu, Syafuan juga mengapresiasi upaya Hermawan Sulistyo, seorang Ilmuwan Politik, dalam mendesain reformasi struktural dan kultural di tubuh kepolisian Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator FPIR Fauzan Ohorella juga membeberkan pentingnya peran polisi selama bulan Ramadan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok. Ia mengungkapkan bahwa Polri telah membentuk Satgas khusus untuk memantau distribusi dan harga bahan pokok demi kesejahteraan masyarakat, terutama ibu-ibu. Fauzan juga merujuk pada pandangan pengamat politik senior Boni Hargens yang menyebut Safari Ramadan Polri sebagai bentuk fasilitator sosial.

Dengan demikian, kehadiran polisi sebagai fasilitator sosial yang aktif selama bulan Ramadan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas sosial di Indonesia.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER