Overthinking merupakan kondisi yang sering muncul di malam hari ketika pikiran tidak lagi terdistraksi oleh rutinitas dan pekerjaan sehari-hari. Psikolog klinis Bethany Juby menjelaskan bahwa otak cenderung memutar ulang kekhawatiran dan hal-hal negatif di malam hari, memicu kecemasan dan stres. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengatasi overthinking sebelum tidur agar pikiran bisa beristirahat dengan optimal.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain menciptakan suasana malam yang tenang dengan rutinitas sebelum tidur seperti mandi air hangat, merapikan tempat tidur, membaca buku ringan, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Menurut Juby, rutinitas ini membantu otak masuk ke fase rileks dan mengurangi overthinking.
Selain itu, menuliskan isi pikiran sebelum tidur juga merupakan cara efektif untuk mengatasi overthinking. Dengan menulis hal yang dikhawatirkan, rencana untuk besok, hal menyenangkan hari ini, atau curahan emosi, pikiran menjadi lebih terarah dan tekanan mental pun berkurang.
Selain itu, menjauhkan ponsel sebelum tidur juga penting karena cahaya dari layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang memicu rasa kantuk. Menggantinya dengan aktivitas yang lebih menenangkan dapat membantu mengurangi overthinking dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.
Melakukan teknik relaksasi seperti latihan pernapasan perlahan, meditasi singkat, atau relaksasi otot juga dapat membantu meredakan pikiran negatif. Mengalihkan pikiran ke hal-hal positif seperti keahlian, hal yang disukai, atau pencapaian yang sudah diraih juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan mencegah pikiran negatif.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, diharapkan overthinking dan stres di malam hari dapat dikendalikan dengan lebih baik, sehingga pikiran bisa tenang dan istirahat yang optimal dapat dicapai.


