Berita terbaru dari dunia sepak bola menunjukkan bahwa Federasi Sepak Bola Norwegia telah menekan FIFA untuk mencabut penghargaan perdamaian yang diberikan kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan bahwa Trump akan menerima Penghargaan Penghargaan Perdamaian Presiden FIFA, yang dijadwalkan akan diberikan pada bulan April.
Infantino dan Trump: Spekulasi dan Kontroversi
Keputusan untuk memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump telah menimbulkan kontroversi, terutama mengingat sejarah kontroversial Trump sebagai Presiden AS. Banyak pihak meragukan kesesuaian pemberian penghargaan tersebut kepada sosok yang kontroversial seperti Trump.
Spekulasi mulai muncul setelah diungkapkan bahwa Infantino memiliki hubungan dekat dengan Trump. Banyak yang berspekulasi bahwa penghargaan tersebut dapat dianggap sebagai bentuk kompensasi setelah Trump tidak mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian.
Tuntutan Federasi Sepak Bola Norwegia
Tore Reginiussen, Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, menyatakan keberatannya terhadap keputusan FIFA untuk memberikan penghargaan perdamaian kepada Trump. Menurut Reginiussen, FIFA seharusnya tidak memiliki kewenangan atau sumber daya untuk memberikan penghargaan semacam itu.
Rinaldo Klaveness, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Norwegia, juga menegaskan pendapat tersebut dalam diskusi dengan media internasional. Menurut Klaveness, penghargaan semacam itu seharusnya menjadi domain Lembaga Nobel yang menjalankan tugas itu secara independen.
Klaveness juga menyoroti pentingnya menjaga jarak antara olahraga dan politik. Dia menekankan bahwa federasi sepak bola harus menghindari situasi yang dapat mencampuradukkan batas antara kekuasaan politik dan keputusan di dunia olahraga.


