Campak di Indonesia Meningkat, Bayi Rentan Terinfeksi
Di awal tahun 2026, kasus campak kembali meningkat di Indonesia. Bayi menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi, terutama karena belum dapat divaksin sebelum usia 9 bulan. Dokter spesialis anak, Attila Dewanti, menjelaskan pentingnya melindungi bayi dari penyakit yang sangat menular ini.
Pencegahan Campak pada Bayi
Attila menekankan pentingnya upaya untuk meminimalkan risiko penularan campak pada bayi yang belum dapat divaksin. Orang tua disarankan untuk rajin mencuci tangan, menjalani gaya hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker meskipun tidak sedang sakit.
Campak merupakan penyakit yang mudah menyebar melalui droplet saat seseorang batuk atau bersin. Virus ini bisa bertahan di udara dan dengan cepat menjangkiti orang di sekitarnya. Orang tua yang sering beraktivitas di luar rumah perlu lebih waspada agar tidak tanpa disadari membawa virus tersebut ke rumah dan menularkannya kepada bayi.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi
Selain mencegah paparan virus, meningkatkan daya tahan tubuh bayi juga sangat penting. Pemberian vitamin D sesuai anjuran dokter dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan satu tetes vitamin D setiap harinya, sesuai dengan dosis 400 IU.
Vitamin D terbukti berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga membantu bayi dalam melawan infeksi.
Sumber: Liputan6.com


