Krisis Performa AC Milan: Kekecewaan Pasca Kemenangan Derby della Madonnina
Performa AC Milan belakangan ini menuai kekecewaan setelah kemenangan atas Inter dalam Derby della Madonnina yang memunculkan harapan kebangkitan perburuan Scudetto. Ironisnya, hasil positif tersebut tidak diikuti dengan peningkatan performa yang konsisten.
Setelah meraih kemenangan penting tersebut, Milan justru mengalami serangkaian hasil buruk. Salah satunya adalah kekalahan telak 0-2 dari Sassuolo pekan lalu. Hal ini membuat tekanan terhadap pelatih, Massimiliano Allegri, semakin besar.
Inkonsistensi Performa
Gaya bermain Milan yang dianggap terlalu negatif mulai mendapat kritik luas dari berbagai pihak. Pasukan Allegri hanya memiliki tiga pertandingan tersisa untuk memperbaiki keadaan dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Salah satunya adalah melawan Atalanta, lawan yang tidak menjanjikan bagi Rossoneri.
Misi Sulit Melawan Atalanta
Atalanta merupakan klub yang selama ini menjadi batu sandungan bagi Milan. Dalam enam pertemuan terakhir, Atalanta berhasil mencatatkan empat kemenangan dan dua hasil imbang saat bersua Rossoneri. Pada pertemuan pertama musim ini, kedua tim bermain imbang 1-1.
Lebih jauh lagi, Atalanta hanya kalah dua kali dalam 11 lawatan terakhir ke markas Milan, San Siro, dalam ajang Serie A. Hal ini menunjukkan bahwa misi Milan untuk bangkit dari krisis performa mereka tidak akan mudah ketika berhadapan dengan Atalanta.


