WamenDagri Ribka Haluk Apresiasi Konferensi Strategis Papua
Pada Jumat, 29 Mei 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri (WamenDagri) Ribka Haluk memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Konferensi Strategis Papua. Menurutnya, konferensi tersebut merupakan wadah penting untuk memperkuat pembangunan Papua dengan tetap memperhatikan kearifan lokal dan masyarakat adat. Dalam acara ini, Ribka juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kepada seluruh pihak yang terlibat.
Kontribusi Konferensi Strategis Papua
Ribka menganggap konferensi ini bukan hanya sebagai forum ilmiah biasa, melainkan sebagai ruang refleksi kolektif untuk mendiskusikan harapan pembangunan Papua yang bermartabat, berkeadilan, dan berpihak pada orang asli Papua. Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Ribka menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh menghapus identitas, nilai, dan jati diri masyarakat Papua. Maka dari itu, pembangunan harus memperhatikan nilai-nilai lokal yang ada di masyarakat Papua.
Pentingnya Sinergisitas dan Tata Kelola
Ribka juga menekankan bahwa proses pembangunan harus tetap melibatkan masyarakat adat dan memperhatikan kearifan lokal di setiap daerah. Pembangunan tidak hanya berfokus pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus menjaga keterhubungan sosial, budaya, dan nilai-nilai lokal. Dengan demikian, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju dan modern pada tahun 2045 tanpa kehilangan akar budaya dan jati diri.
Forum ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham), Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Depok, Bupati Cianjur, Bupati Purwakarta, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, dan pihak terkait lainnya. Dengan begitu, diharapkan langkah-langkah strategis dapat diambil untuk memperkuat pembangunan Papua ke depan.


