Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Secara Efektif Mendorong Pembangunan Ekonomi
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya memberikan manfaat di bidang kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial nasional. Berdasarkan kajian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun. Selain itu, program ini juga berhasil menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja.
Dampak Positif Program JKN
Menurut Pujo, salah satu pihak yang terlibat dalam kajian tersebut, Program JKN juga berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan selama periode 2018–2019. Program ini juga melindungi sekitar 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan. Bahkan, setiap kenaikan 1 persen kepesertaan Program JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen, serta berkontribusi terhadap peningkatan angka harapan hidup dan produktivitas masyarakat.
Tantangan dan Kolaborasi di Masa Depan
Pujo juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan Program JKN, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, BPJS Kesehatan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan, mengoptimalkan iuran, dan mengendalikan biaya agar program ini tetap memberikan manfaat di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi demi kelangsungan Program JKN.
Di sisi lain, Stevanus Adrianto Passat, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, menegaskan tanggung jawab besar BPJS Kesehatan sebagai pengelola dana publik. BPJS Kesehatan harus memastikan Program JKN dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, dan integritas. Ia juga menyampaikan bahwa tantangan ke depan seperti menjaga keberlanjutan finansial, peningkatan kualitas layanan, dan memperluas kepesertaan perlu diselesaikan bersama.
Timboel Siregar dari BPJS Watch menilai BPJS Kesehatan sudah menunjukkan kemajuan dalam penyelenggaraan Program JKN. Namun, ia menyoroti perlunya kolaborasi yang lebih erat antara seluruh pemangku kepentingan agar manfaat Program JKN dapat terus dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, Telisa Aulia Falianty, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyatakan bahwa pembiayaan Program JKN yang berkelanjutan menjadi kunci penting dalam membangun sistem kesehatan yang efisien dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.


