Dokter PPDS di Manado Diduga Dibully Hingga Tewas, Kemenkes Setop Pendidikan Anestesi di RSUP Kandou
Pada Selasa, 7 Juli 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil keputusan untuk menghentikan sementara kegiatan pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado. Hal ini dilakukan menyusul kasus kematian seorang dokter peserta PPDS yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying.
Investigasi Kasus
Keputusan tersebut diambil sementara menunggu hasil investigasi tim gabungan yang sedang menyelidiki kasus tragis ini. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menjelaskan bahwa proses investigasi sedang berlangsung dan melibatkan beberapa lembaga, sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab atau dugaan yang berkembang terkait kasus ini.
Tindakan Kemenkes
Sebagai langkah awal, Kemenkes memutuskan untuk menghentikan sementara semua aktivitas pendidikan PPDS Anestesi di RSUP Kandou. Namun, penghentian ini hanya berlaku untuk proses pendidikan di rumah sakit tersebut, tidak untuk program studi Anestesiologi secara keseluruhan.
Menurut Widyawati, kegiatan pendidikan peserta PPDS di RSUP Kandou akan dibuka kembali setelah tim investigasi menyelesaikan pemeriksaan dan menyampaikan hasilnya. Kasus ini mencuat setelah dokter peserta PPDS Anestesiologi, dr. Adrian Rantung, ditemukan meninggal dunia akibat dugaan perundungan saat menjalani pendidikan di RSUP Kandou.
Meninggalnya dr. Adrian memicu kekhawatiran tentang budaya pendidikan kedokteran, terutama terkait dugaan perundungan di rumah sakit pendidikan. Sebagai respons, Kemenkes mengambil langkah penghentian sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesi di RSUP Kandou untuk memastikan proses investigasi berjalan dengan baik dan independen.
Kebijakan ini juga mengacu pada Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/589/2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan. Instruksi ini menjadi dasar pemerintah dalam menangani dugaan kekerasan atau perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis.


