30.4 C
Jakarta
Saturday, August 15, 2026
HomeKesehatanKenaikan Beban Kanker Indonesia: Kolaborasi Indonesia-Tiongkok 2026

Kenaikan Beban Kanker Indonesia: Kolaborasi Indonesia-Tiongkok 2026

Beban Kanker di Indonesia Meningkat: ICCF 2026 Dorong Kolaborasi dengan Tiongkok

Perlunya penguatan layanan kesehatan terutama dalam penanganan kasus kanker di Indonesia semakin mendesak. Hal ini mengingat meningkatnya angka kasus kanker yang terjadi di tanah air. Untuk itu, kerja sama lintas negara dianggap sebagai langkah strategis guna mempercepat peningkatan kualitas serta pemerataan layanan kanker di Indonesia.

Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan pada Minggu, 12 Juli 2026, mengangkat inisiatif tersebut. Kegiatan ini merupakan forum ilmiah yang diselenggarakan oleh Kolegium Onkologi Radiasi Indonesia bekerjasama dengan China Anti-Cancer Association (CACA) dalam rangka Global Medical Summit Indonesia.

Langkah Strategis dalam Menanggulangi Kanker

Forum ini berhasil mempertemukan para pakar onkologi, peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan dari Indonesia, Tiongkok, serta beberapa negara ASEAN. Dalam sambutannya, Profesor Wang Ying selaku Vice President China Anti-Cancer Association (CACA) dan Secretary General Asian Oncology Society menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya penanganan kanker.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar negara dapat membawa terobosan dan keberhasilan yang lebih besar dalam memerangi penyakit mematikan ini. Dukungan dari Modern Cancer Hospital Guangzhou juga menjadi pendorong dalam penguatan kerja sama dalam layanan kanker antara Indonesia dan Tiongkok.

Tantangan Serius yang Harus Ditangani

Dr. Arianti Anaya, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, dalam pembukaan acara ICCF 2026 mengungkapkan bahwa kanker menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang harus ditangani secara serius. Data pada tahun 2022 mencatat angka lebih dari 400 ribu kasus baru kanker di Indonesia, dengan angka kematian mencapai lebih dari 240 ribu.

Angka tersebut membuktikan bahwa lebih dari separuh pasien yang terdiagnosis kanker belum dapat diselamatkan. Oleh karena itu, langkah-langkah konkret dalam pencegahan, deteksi dini, diagnosis, dan pengobatan kanker perlu ditingkatkan melalui kerja sama yang sinergis antar negara.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER