30.4 C
Jakarta
Saturday, August 15, 2026
HomeBeritaPelayanan Publik Tetap Normal dengan Perpanjangan WFH ASN hingga Akhir September 2026

Pelayanan Publik Tetap Normal dengan Perpanjangan WFH ASN hingga Akhir September 2026

Pemerintah Perpanjang Kebijakan Work From Home bagi ASN

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia telah secara resmi memperpanjang kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam seminggu mulai bulan Agustus hingga akhir September 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan budaya kerja baru yang telah diterapkan sejak dua bulan terakhir.

Kebijakan Fleksibel untuk Pola Kerja ASN

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa perpanjangan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun pola kerja yang lebih adaptif, mempercepat digitalisasi birokrasi, dan meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut Qodari, kebijakan WFH selama satu hari dalam seminggu mulai bulan Agustus hingga akhir September 2026 diterapkan sebagai langkah untuk mempercepat digitalisasi birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan mendorong adaptasi terhadap pola kerja baru. Hal ini sejalan dengan semangat untuk membangun budaya kerja yang lebih adaptif di kalangan ASN.

Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Pemerintah menekankan bahwa perpanjangan kebijakan WFH tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Segala layanan yang bersentuhan langsung dengan publik, seperti layanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, perizinan, dan mal pelayanan publik, tetap beroperasi secara normal selama kebijakan ini berlangsung.

Qodari menegaskan bahwa setiap instansi diberikan kewenangan untuk mengatur mekanisme WFH sesuai dengan karakteristik tugas dan kebutuhan pelayanan masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga selama periode perpanjangan kebijakan WFH.

Secara keseluruhan, kebijakan WFH bagi ASN bukan hanya merupakan perubahan lokasi bekerja, tetapi juga merupakan bagian integral dari transformasi budaya kerja birokrasi. Pemerintah berfokus pada upaya membangun budaya kerja yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil yang lebih baik.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER