Asosiasi Manajemen Data Indonesia Mendorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat JKN
Akurasi Data Penting dalam Pemanfaatan AI
Presiden Asosiasi Manajemen Data Indonesia, Alex Budiyanto, menekankan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Data yang tidak lengkap, tidak konsisten, atau mengandung kesalahan dapat berdampak negatif pada hasil analisis dan prediksi. Oleh karena itu, pengelolaan data yang akurat dan konsisten menjadi krusial dalam pengembangan solusi berbasis AI.
Menurut Alex, tujuan utama pemanfaatan AI bukan hanya untuk memprediksi masa depan, tetapi juga untuk membantu mengevaluasi berbagai pilihan langkah yang mungkin dilakukan berdasarkan data yang ada. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi penunjang bagi pengambilan keputusan yang lebih terukur, terutama dalam bidang layanan kesehatan, manajemen risiko, dan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Peran Manusia dalam Penerapan AI untuk JKN
Alex juga menekankan pentingnya mempertahankan peran manusia sebagai bagian integral dari penerapan AI dalam ekosistem JKN. Meskipun kecerdasan buatan dapat membantu dalam menyaring data dan mengidentifikasi pola risiko, keputusan akhir terkait pemeriksaan dan tindakan tetap memerlukan pertimbangan manusia untuk memastikan akurasi, mencegah kesalahan, dan melindungi data peserta JKN.
Dalam konteks ini, pengembangan inovasi melalui ajang seperti Healthkathon mendorong peserta untuk lebih fokus pada permasalahan yang ingin diselesaikan, sebelum memilih teknologi yang akan digunakan. Hal ini bertujuan agar solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan JKN, dengan memperhatikan aspek data, kebutuhan pengguna, serta dampak dan risiko yang mungkin terjadi.


