33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBeritaDampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jakarta

Dampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau di Jakarta






Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Merambah Wilayah Jakarta

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Sebagian Wilayah Jakarta

Pada Minggu 6 September 2026 pukul 05:00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan melalui akun Instagram resmi mereka bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 telah merambah sebagian wilayah Jakarta. Hal ini terlihat dari citra satelit yang dibagikan oleh BMKG.

Kategori Sebaran Abu Menurut Ketinggian

Berdasarkan informasi BMKG Wilayah 2, ada dua kategori sebaran abu berdasarkan ketinggiannya. Sebaran pertama pada ketinggian 20.000 kaki bergerak ke arah Timur Laut-Selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Sementara itu, sebaran kedua pada ketinggian 50.000 kaki bergerak ke arah Barat Daya-Barat Laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

Pengaruh Pada Bandara Soekarno-Hatta

Seiring dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengumumkan penutupan sementara mulai pukul 01:30 WIB sampai dengan 05:30 WIB berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26. Data monitoring menunjukkan adanya 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak, dengan 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali untuk rute penerbangan internasional. Sedangkan penerbangan domestik mengalami empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan.

Rute penerbangan yang terdampak antara lain penerbangan ke dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, Kuala Lumpur, Lampung, Denpasar, dan Surabaya. Keputusan penutupan Bandara Soekarno-Hatta diambil setelah hasil uji sampel menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di bandara tersebut. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk keselamatan penerbangan.

Sumber


Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER