Perlunya Konsistensi Tata Ruang Wilayah untuk Cegah Dampak Bencana
Pada sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menyoroti pentingnya konsistensi tata ruang wilayah sebagai langkah yang harus diperhatikan pemerintah untuk mencegah dampak bencana semakin meluas.
Wilayah Rawan Bencana Tidak Boleh Dijadikan Permukiman
Menurut Edi, wilayah yang sangat rawan dan membahayakan harus dijaga agar tidak dialihfungsikan menjadi permukiman. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar di masa depan. Ia juga menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah terhadap wilayah yang berisiko tinggi terhadap bencana, terutama di sekitar sebaran sungai.
Sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh, disebutkan oleh Edi sebagai kawasan terdampak bencana karena adanya permukiman di sekitar aliran sungai. Pemerintah perlu memiliki kebijakan yang jelas terkait pemanfaatan wilayah berisiko tinggi terhadap bencana, agar tidak terjadi kesenjangan antara kebijakan tata ruang, kepemilikan lahan, dan program pemerintah.
Pentingnya Konsistensi dan Kejelasan Kebijakan
Edi menegaskan bahwa kejelasan tata ruang diperlukan untuk mencegah masyarakat berada dalam posisi yang merugikan ketika wilayah tempat tinggal mereka ternyata termasuk dalam kawasan rawan bencana. Ia memaparkan contoh terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), yang tidak dapat memberikan bantuan untuk rumah di kawasan sebaran sungai meskipun masyarakat memiliki sertifikat.
Kesimpulannya, konsistensi dalam tata ruang wilayah adalah hal yang penting dan harus dijunjung tinggi. Pemerintah harus tegas dalam menjalankan kebijakan terkait pemilihan lokasi permukiman agar dapat mengurangi dampak bencana di masa mendatang.


