33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeOlahragaRuben Amorim Ungkap Kunci Kebangkitan AC Milan di Markas Lazio

Ruben Amorim Ungkap Kunci Kebangkitan AC Milan di Markas Lazio

AC Milan mengubah arah permainan setelah tampil di bawah standar pada babak pertama saat menghadapi Lazio. Menurut Ruben Amorim, peningkatan energi, ketenangan dalam menguasai bola, dan kemampuan mengendalikan pertandingan menjadi kunci kebangkitan Rossoneri hingga menyamakan kedudukan.

Amorim tidak menutupi buruknya penampilan Milan sebelum jeda. Timnya dinilai gagal menunjukkan energi yang dibutuhkan, sekaligus terlalu mudah kehilangan bola dalam situasi yang sebenarnya tidak berada di bawah tekanan berarti.

Kesalahan-kesalahan elementer tersebut memberi Lazio kesempatan untuk menekan pertahanan Milan. Tuan rumah dapat mengejar para pemain belakang Rossoneri dan memanfaatkan pergerakan Lazzari untuk meningkatkan tekanan.

Kesalahan sederhana membuka ruang bagi Lazio

Masalah utama Milan pada babak pertama, dalam penilaian Amorim, bukan hanya berkaitan dengan intensitas. Pengambilan keputusan ketika menguasai bola juga tidak berjalan baik. Sejumlah umpan sederhana gagal diselesaikan dengan tepat, membuat penguasaan bola berpindah dan Lazio lebih leluasa menyerang garis belakang lawannya.

“Saya mendengar Gila berbicara setelah pertandingan dan saya sangat senang dengan pemahaman yang dia tunjukkan mengenai pertandingan. Pada babak pertama, kami benar-benar tidak ada di sana. Kami tidak memiliki energi yang tepat,” kata Amorim.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana kehilangan bola Milan memengaruhi jalannya laga. Kesalahan yang terjadi tanpa tekanan membuat Lazio lebih mudah membangun momentum dan menempatkan pertahanan Rossoneri dalam situasi sulit.

“Kami kehilangan begitu banyak bola tanpa tekanan, melalui umpan-umpan sederhana. Kemudian mereka mengejar para pemain bertahan kami, dan dengan Lazzari, mereka menjadi mudah melakukannya,” ujar Amorim.

Energi dan penguasaan bola mengubah permainan

Gambaran pertandingan berubah setelah turun minum. Milan kembali dengan intensitas yang lebih tinggi dan tidak lagi memberi Lazio keleluasaan seperti pada babak pertama. Rossoneri juga tampil lebih tenang saat memegang bola, sehingga mampu menjaga aliran permainan dan mengurangi kesalahan yang sebelumnya merugikan mereka.

Peningkatan tersebut berlangsung secara bertahap. Dengan penguasaan bola yang lebih baik, Milan mulai mengambil kendali dan membatasi kesempatan Lazio untuk terus menekan pertahanan mereka. Perubahan pendekatan itu akhirnya membantu Rossoneri menyamakan kedudukan.

Bagi Amorim, perbedaan antara kedua babak terlihat jelas dari energi yang dibawa para pemain ke dalam pertandingan. Kualitas Milan ketika menguasai bola juga menjadi bagian penting dari perubahan tersebut.

“Namun, pada babak kedua, semuanya berbalik. Kami memasukkan energi ke dalam permainan, kami sangat bagus dalam penguasaan bola, dan kami mengendalikan pertandingan,” lanjut Amorim.

Penilaian Amorim juga sejalan dengan pemahaman pertandingan yang disampaikan Gila selepas laga. Ia mengaku senang karena Gila mampu melihat perbedaan performa Milan sebelum dan setelah jeda, terutama mengenai minimnya energi pada babak pertama dan respons tim pada paruh berikutnya.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER