33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeKesehatanPeserta JKN Tembus 284 Juta, Kualitas Faskes Jadi Fokus

Peserta JKN Tembus 284 Juta, Kualitas Faskes Jadi Fokus

BPJS Kesehatan memberikan Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang dinilai berkomitmen dan berkinerja baik dalam melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu penyebaran praktik pelayanan yang bermutu, inovatif, dan akuntabel di seluruh ekosistem JKN.

Pujo mengatakan, fasilitas kesehatan penerima penghargaan tidak hanya diapresiasi atas capaian masing-masing, tetapi juga diharapkan menjadi rujukan bagi fasilitas kesehatan lain. “Fasilitas kesehatan memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat pengalaman peserta ketika memperoleh informasi dan pendampingan selama mengakses layanan kesehatan. BPJS Kesehatan juga menandatangani kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan guna memperkuat koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kualitas.

Mutu layanan dan keberlanjutan JKN

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat menegaskan, perluasan akses JKN harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan keberlanjutan program. Menurut dia, fasilitas kesehatan berada di posisi strategis karena menjadi titik pelayanan yang langsung membentuk pengalaman peserta. Layanan diharapkan semakin mudah dijangkau, berkualitas, aman, cepat, dan berkeadilan.

Dewan Pengawas juga mendorong tata kelola JKN yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam kualitas layanan, kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan risiko, serta perlindungan hak peserta. Penguatan tersebut membutuhkan koordinasi seluruh unsur ekosistem JKN, termasuk BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, pemerintah, peserta, dan Asuransi Kesehatan Tambahan.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi menyebut JKN sebagai salah satu fondasi pembangunan Indonesia. Ia menilai penguatan kapasitas fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari transformasi kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang berkualitas, aman, efisien, dan sesuai kebutuhan.

“Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat. Semangat gotong royong harus kita maknai sebagai kerja sama dan tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak, baik pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, maupun masyarakat,” kata Maria.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menekankan pentingnya kontribusi seluruh pihak untuk menjaga keberlanjutan JKN. Pemerintah berperan melalui kebijakan, regulasi, dan pembiayaan; peserta menjaga kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajibannya; sedangkan fasilitas kesehatan memastikan layanan diberikan sesuai standar, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penguatan layanan primer, kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, ketersediaan obat, bahan medis, serta pemeriksaan penunjang dinilai penting, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses. Cak Imin menyebut JKN sebagai “gotong royong raksasa bangsa ini” yang harus dijaga agar masyarakat tidak takut jatuh miskin karena sakit.

Daftar penerima penghargaan

Sebanyak 30 fasilitas kesehatan menerima apresiasi tingkat nasional. Kategori Puskesmas: Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember; UPT Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara; dan Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru. Kategori tempat praktik mandiri dokter: Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman; dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang; dan Dr. Sintje Tjengis, Kota Ambon.

Kategori tempat praktik mandiri dokter gigi diberikan kepada Drg. Fitri Eka Rahmafyri, Kabupaten Jember; Drg. Hj. Aminah, MM, Kabupaten Solok Selatan; dan Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung. Kategori Klinik Pratama: Klinik Pratama Ganesha Bali, Kabupaten Buleleng; Klinik Dua Putri Jaya, Kabupaten Lampung Selatan; dan Klinik Pratama Bunda Patimah, Kota Medan.

Untuk rumah sakit kelas A, penerimanya ialah RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya; Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Kota Jakarta Pusat; dan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Kota Denpasar. Kelas B: RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan; RS Mitra Plumbon Cirebon, Kabupaten Cirebon; dan RSUD Brigjend H. Hasan Basry, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kelas C: RS Mawaddah Medika, Kabupaten Mojokerto; RSUD R.A.A Tjokronegoro, Kabupaten Purworejo; dan RS Yos Sudarso, Kota Padang.

Kelas D menerima penghargaan melalui RS Hasyim Asy’ari, Kabupaten Jombang; RS Santa Elisabeth, Kabupaten Bantul; dan RSU Sakinah Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe. Kategori Rumah Sakit Khusus: RSIA Putri, Kota Surabaya; RSJ Prof Hb Saanin Padang, Kota Padang; dan RS Khusus Gigi Dan Mulut Universitas Hasanuddin, Kota Makassar. Kategori Klinik Utama: Klinik Utama Citra Mulia, Klinik Utama Cahaya Imani, dan Klinik Utama Cahaya Husada.

Penghargaan khusus diberikan kepada RS Kelas D Pratama Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur; RSUD Hj. Puang Sabbe, Kabupaten Enrekang; RS Pratama Tolinggula Melayani, Kabupaten Gorontalo Utara; RS Kapal Dr. Lie Dharmawan II, Kota Jakarta Barat; Puskesmas Ilwayab, Kabupaten Merauke; dan RS Kapal Ksatria Airlangga, Kota Surabaya.

Sementara itu, penghargaan Lomba Konten Edukasi JKN diberikan kepada Puskesmas Makrayu, Kota Palembang; Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan; Puskesmas Remu, Kota Sorong; Drg. Iqla Wafa’ Al Hamdani, Kabupaten Polewali Mandar; Dr. Erwin Buntoro Jst, Kota Tanjung Pinang; Dr Handini, Kota Surabaya; Klinik Pratama Kaina Healthcare, Jakarta Barat; Klinik Pratama Arimbi Medical Center, Kota Lubuk Linggau; Klinik Lmmc Banjarbaru, Kota Banjarbaru; RSUD Bangli, Kabupaten Bangli; RSUD Pameungpeuk Garut, Kabupaten Garut; RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas; RS Ceria Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan; RS Hasyim Asy’ari, Kabupaten Jombang; dan Rumah Sakit Khusus Mata Prima Vision, Kota Medan.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER