33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeBeritaOperasi X-Fire Polda Sumsel Padamkan Karhutla Teluk Limau

Operasi X-Fire Polda Sumsel Padamkan Karhutla Teluk Limau

Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla 2026 dengan sandi X-Fire berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut Dusun 3, Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Operasi yang digelar Satbrimob Polda Sumsel pada 6–16 September 2026 itu melampaui sasaran awal pemadaman seluas 80 hektare.

Sebanyak 218 personel terlibat dalam rangkaian penanganan tersebut. Operasi tidak hanya berfokus pada pemadaman api di permukaan, tetapi juga mencakup pemetaan titik api, pembasahan dan pendinginan lahan gambut, pemantauan melalui drone serta kamera termal, hingga pemeriksaan ulang untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

Pemetaan menemukan 175 titik api

Pada tahap awal, Tim Scanning dan Drone memetakan area sekitar 80 hektare. Dari pemantauan itu, petugas menemukan 175 titik api. Data tersebut kemudian digunakan untuk membagi sektor penanganan dan menentukan prioritas pemadaman yang dilakukan Satgas Tindak.

Untuk menangani titik api dan bara, terutama yang berada di lahan gambut, petugas menerapkan Formula X-Fire Slog Polri. Penyiraman dilakukan hingga menembus lapisan gambut, sehingga potensi api yang masih tersembunyi di bawah permukaan dapat ditekan.

Dukungan komunikasi juga diperkuat dengan pemasangan perangkat pemancar sinyal di sekitar lokasi. Perangkat itu digunakan untuk menjaga koneksi antara personel di lapangan dan posko, sekaligus mendukung sistem komando, pengendalian, serta pelaporan selama operasi berlangsung.

Pemantauan berlanjut setelah target tercapai

Penanganan lahan dilakukan secara bertahap. Hingga 10 September, area yang telah ditangani mencapai sekitar 65 hektare. Luas tersebut bertambah menjadi 71,1 hektare pada 11 September, sebelum target 80 hektare tercapai pada 12 September.

Setelah sasaran awal terpenuhi, personel tidak langsung menghentikan kegiatan. Penyisiran, pemadaman lanjutan, serta pemantauan dengan drone dan kamera termal tetap dilakukan. Pada 14 September, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi titik api di area operasi.

Pengecekan ulang kemudian dilanjutkan untuk memastikan seluruh kawasan benar-benar aman sebelum personel dan peralatan ditarik kembali ke satuan. Berdasarkan hasil akhir operasi, penanganan meluas sekitar 10 hektare ke arah utara dan 5 hektare ke arah barat dari sasaran awal, termasuk area yang mengarah ke kawasan hutan lindung.

Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja terpadu personel dengan dukungan teknologi pemantauan dan metode pemadaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut.

“Penanganan tidak berhenti ketika api di permukaan sudah padam. Personel terus melakukan penyisiran dan pengecekan menggunakan drone serta kamera termal untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di lapisan gambut. Langkah ini penting agar titik api tidak kembali muncul,” ujarnya.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER