Persaingan Ballon d’Or tahun ini diperkirakan tidak akan kembali menempatkan Lionel Messi sebagai kandidat teratas, meski kapten Argentina tersebut tetap mencatat performa individu dan pencapaian tim yang menonjol bersama Inter Miami.
Messi membukukan 45 gol dan 30 assist dalam 49 penampilan pada musim 2025/2026. Catatan itu menjadi bagian penting dari kontribusinya untuk Inter Miami, yang disebut berhasil meraih gelar Major League Soccer (MLS). Pada periode yang sama, Messi juga membantu Argentina melaju hingga final Piala Dunia.
Rekor delapan Ballon d’Or
Perjalanan Messi dalam penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia sudah menghasilkan rekor delapan trofi Ballon d’Or. Ia pertama kali memenanginya pada 2009, lalu kembali menjadi pemenang pada 2010, 2011, dan 2012.
Setelah itu, Messi meraih penghargaan tersebut pada 2015, 2019, 2021, dan 2023. Delapan gelar itu menempatkan pemain berusia 39 tahun tersebut sebagai pemegang rekor Ballon d’Or.
Rentetan kemenangan itu juga memperlihatkan panjangnya dominasi Messi dalam persaingan pemain terbaik dunia. Namun, rekor tersebut tidak otomatis membuatnya menjadi unggulan utama dalam perebutan penghargaan untuk tahun ini.
Mbappe, Yamal, dan Kane masuk persaingan
Sejumlah nama lain disebut berada dalam persaingan teratas Ballon d’Or tahun ini. Mereka adalah Kylian Mbappe, Lamine Yamal, dan Harry Kane.
Ketiganya menjadi pesaing Messi di tengah penilaian terhadap performa para pemain sepanjang musim. Dengan demikian, torehan 45 gol dan 30 assist Messi bersama Inter Miami belum menempatkannya sebagai kandidat terdepan, meski angka tersebut menunjukkan produktivitas yang tinggi.
Situasi ini membuat persaingan Ballon d’Or tahun ini berbeda dari sejumlah edisi sebelumnya, ketika Messi menjadi salah satu nama yang paling kuat dalam perebutan penghargaan. Kali ini, statusnya sebagai pemegang rekor tetap menjadi bagian penting dari konteks persaingan, tetapi daftar kandidat teratas justru diisi oleh Mbappe, Yamal, dan Kane.
Messi tetap membawa modal berupa kontribusi langsung dalam gol, gelar MLS bersama Inter Miami, serta keberhasilan mengantar Argentina hingga final Piala Dunia. Namun, berdasarkan nama-nama yang disebut dalam persaingan, penghargaan tahun ini berpeluang menghadirkan pemenang selain megabintang berusia 39 tahun tersebut.


