Aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, mendukung dorongan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar polisi wanita (Polwan) meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri untuk menempati posisi strategis di lingkungan kepolisian. Menurut Sandri, kebijakan tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi kepemimpinan di tubuh Polri.
Dukungan itu disampaikan Sandri dalam keterangan tertulis pada Rabu, 23 September 2026. Ia menilai peluang kepemimpinan perempuan semestinya mendapat dukungan dari seluruh elemen, termasuk dalam institusi kepolisian.
“Ya ini harus di support oleh semua element, dan kepala negara bisa seorang perempuan, masa kepemimpin di Polri nggak bisa seorang perempuan, ini bentuk transformasi kepemimpinan di masa mendatang,” kata Sandri.
Menyoroti jenjang karier Polwan
Meski mendukung pernyataan Kapolri, Sandri menilai kapasitas, kapabilitas, dan sumber daya Polwan di Indonesia masih menghadapi persoalan dalam jenjang karier. Ia menyebut perkembangan karier Polwan berjalan lamban karena birokrasi dinilai belum sepenuhnya memberikan dukungan.
Sandri kemudian menyoroti posisi kepemimpinan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Ia mengatakan, pimpinan satuan tersebut saat ini masih berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol). Menurutnya, posisi itu seharusnya diisi perwira dengan pangkat yang lebih tinggi sebagai bentuk respons terhadap dorongan Kapolri mengenai penguatan peran Polwan.
“Di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) masih kombes harusnya bintang satu, sebagai bentuk respon atas pernyataan Kapolri,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar Sepolwan dipimpin perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu. Sandri menilai penguatan kepemimpinan di satuan tersebut penting karena Sepolwan memiliki fungsi strategis dalam pembinaan dan pengembangan polisi wanita.
Pesan Kapolri di forum internasional
Pernyataan Sandri merespons pesan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat membuka International Association of Women Police (IAWP) 2026 di Bali. Forum tersebut diikuti perwakilan dari 43 negara.
Dalam forum itu, Listyo mendorong Polwan Indonesia meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar mampu bersaing dengan polisi wanita dari berbagai negara. Ia juga meminta forum internasional tersebut dimanfaatkan untuk memperluas wawasan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
“Kami berharap kemampuan dan kapasitas Polwan Indonesia terus meningkat, mampu bersaing di tingkat internasional, serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan polisi wanita dari berbagai negara,” kata Listyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.
Listyo berharap keikutsertaan Polwan Indonesia dalam IAWP 2026 tidak berhenti sebagai ajang pertemuan. Pengalaman yang diperoleh dari kepolisian negara lain diharapkan dapat diserap untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi Polwan, termasuk dalam mendukung pengembangan karier mereka di institusi kepolisian.


