Ban kapten Timnas Argentina berpindah tangan setelah Lionel Messi mengakhiri karier internasionalnya. Pelatih Lionel Scaloni menetapkan Cristian Romero sebagai pemimpin baru La Albiceleste, menggantikan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan sekaligus simbol tim nasional tersebut.
Messi menyampaikan keputusan pensiun dari sepak bola internasional pada 31 Agustus 2026. Pengumuman itu dilakukan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026. Hasil tersebut sekaligus menutup perjalanan Messi bersama tim nasional Argentina dan menandai berakhirnya sebuah era.
Romero Naik dari Wakil Kapten
Romero bukan nama baru dalam struktur kepemimpinan Argentina. Bek yang kini memperkuat Atletico Madrid itu sebelumnya berstatus salah satu wakil kapten, bersama Nicolas Otamendi. Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu kandidat utama ketika ban kapten harus mencari pemilik baru setelah kepergian Messi.
Scaloni mengonfirmasi keputusan tersebut menjelang dua pertandingan yang dimaksud dalam pernyataannya. Ia menyebut Romero, yang akrab dipanggil Cuti, sebelumnya berada di urutan ketiga dalam hierarki kapten Argentina setelah Messi dan Otamendi.
“Kaptennya adalah Cuti. Dia sebelumnya sudah menjadi kapten ketiga setelah Leo dan Ota (Nicolas Otamendi),” ujar Scaloni seperti dikutip TyC Sports.
Penunjukan itu tidak berarti Argentina hanya memiliki satu opsi untuk mengenakan ban kapten. Scaloni menyebut sejumlah pemain lain yang juga dapat menjalankan peran tersebut, yakni Emiliano Martinez, Rodrigo De Paul, dan Lautaro Martinez. Namun, Romero menjadi pilihan utama untuk menggantikan Messi.
Warisan Messi di Timnas Argentina
Messi meninggalkan tim nasional dengan catatan yang sangat menonjol. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina. Perannya juga tidak terbatas pada catatan individu karena ia membawa negaranya meraih sejumlah gelar bergengsi.
Selama membela Argentina, Messi mempersembahkan satu trofi Piala Dunia, dua gelar Copa America, dan satu gelar Finalissima. Rangkaian prestasi itu menjadikan pergantian kapten bukan sekadar perubahan administratif, melainkan perubahan penting dalam perjalanan tim setelah kepergian pemain yang menjadi figur utama di dalamnya.
Scaloni kini mempercayakan tanggung jawab tersebut kepada Romero, sementara nama-nama senior lain tetap berada dalam kelompok pemain yang bisa mengambil peran kepemimpinan. Argentina pun memasuki fase baru dengan susunan kapten yang berbeda setelah kehilangan Messi dari panggung internasional.


