33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeKesehatanBPJS Kesehatan Ajak Warga Hidup Sehat lewat Fun Walk 3K

BPJS Kesehatan Ajak Warga Hidup Sehat lewat Fun Walk 3K

BPJS Kesehatan mengajak masyarakat menjadikan aktivitas fisik dan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Pesan itu disampaikan melalui Fun Walk 3K Kolaborasi Pentahelix Jaminan Sosial bersama Unsur Masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan jalan sehat tersebut tidak hanya dirancang sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPJS Kesehatan turut membuka ruang interaksi dengan masyarakat dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang kesehatan dan jaminan sosial.

Promotif dan preventif dimulai dari kebiasaan sehari-hari

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan, Fun Walk 3K merupakan bagian dari agenda promotif dan preventif. Menurut dia, perlindungan ketika seseorang jatuh sakit perlu berjalan beriringan dengan upaya mencegah penyakit melalui kebiasaan hidup sehat.

“Ini merupakan agenda BPJS Kesehatan dalam rangka promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan kita bersama. Kesehatan itu mahal, sehingga pola hidup sehat perlu dibangun sejak dini, mulai dari pola makan hingga aktivitas sehari-hari,” ujar Akmal.

Akmal menilai kesadaran kesehatan dan keberlanjutan Program JKN membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, kegiatan tersebut mengajak unsur masyarakat, Karang Taruna, pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk ikut memperluas edukasi dan mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga kondisi kesehatan.

“Kami ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mengajak berbagai unsur, termasuk Karang Taruna, pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mendukung penguatan JKN dan menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berharap kebiasaan hidup sehat dapat dibangun sejak usia muda sehingga risiko penyakit serta beban biaya kesehatan pada masa mendatang dapat ditekan.

Jaminan kesehatan tetap perlu diikuti pencegahan

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengapresiasi pelaksanaan Fun Walk yang melibatkan beragam elemen masyarakat. Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga kesehatan tidak hanya berada di tangan pemerintah atau lembaga yang bergerak di bidang kesehatan.

“Kesehatan bukan hanya urusan pemerintah atau BPJS Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan sampai hanya pemerintahnya yang sehat, tetapi masyarakatnya tidak,” ujar Ali.

Ali juga mengingatkan agar keberadaan jaminan kesehatan tidak membuat masyarakat mengabaikan pencegahan. Menurut dia, jaminan kesehatan harus dibarengi kesadaran untuk menjaga kondisi tubuh melalui aktivitas yang sehat.

“Jangan sampai adanya jaminan membuat kita terlena. Konsepnya adalah kita sama-sama menjaga kesehatan. Hari ini kita sama-sama berolahraga dan menjaga kesehatan, sehingga Jakarta bisa menjadi kota yang sehat dan tangguh,” katanya.

Dalam kegiatan itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai Skrining Riwayat Kesehatan untuk mengenali faktor risiko penyakit sejak dini. Edukasi tersebut diarahkan agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Layanan administrasi diperkenalkan kepada peserta

Selain edukasi kesehatan, BPJS Kesehatan memperkenalkan kanal layanan bagi peserta JKN, baik secara tatap muka maupun non-tatap muka. Layanan yang disosialisasikan antara lain Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811 8165 165, Care Center 165, serta berbagai fitur dalam aplikasi Mobile JKN.

Ayudia, salah satu peserta, memanfaatkan kehadiran Mobil BPJS Keliling untuk menanyakan perubahan data kepesertaan ibunya. Ia semula datang hanya untuk mengikuti jalan sehat.

“Tadi awalnya saya cuma mau ikut Fun Walk saja, ternyata ada Mobil BPJS Keliling juga. Jadi sekalian saya tanya tentang proses perubahan data peserta milik ibu saya. Sebelumnya faskes ibu saya di Bogor, mau saya pindah ke Jakarta. Saya diarahkan petugas melalui Mobile JKN dan ternyata mudah,” kata Ayudia.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER