Nama Suyudi Ario Seto kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai pimpinan Korps Bhayangkara.
Di tengah pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut, foto lama Suyudi yang beredar di media sosial ikut menarik perhatian. Jauh sebelum meniti karier di kepolisian, Suyudi ternyata pernah mengikuti ajang Cover Boy Majalah Mode pada akhir 1980-an.
Tercatat sebagai semifinalis Cover Boy 1988
Dalam arsip Majalah Mode edisi Nomor 11 yang terbit pada 30 Mei 1988, nama Suyudi tercantum sebagai salah satu semifinalis Cover Boy Mode 1988. Ia menjadi peserta nomor 22 dalam ajang tersebut.
Data di majalah itu menyebutkan Suyudi masih berstatus sebagai pelajar SMP Negeri 70 Jakarta. Saat mengikuti kompetisi tersebut, usianya tercatat 16 tahun. Arsip yang sama juga mencantumkan tinggi badannya 171 sentimeter dan berat 52 kilogram.
Foto yang dimuat memperlihatkan Suyudi dalam penampilan sebagai remaja. Potret itu kembali diperbincangkan setelah beredar bersamaan dengan kabar pengangkatannya sebagai Kapolri pada 2026.
Di halaman yang sama, terdapat nama sejumlah peserta lain yang kemudian dikenal publik. Dua di antaranya adalah Candy Satrio serta Mohammad Gunawan Hendromartono atau Gugun Gondrong.
Berkarier di kepolisian hingga memimpin BNN
Setelah masa remajanya, Suyudi memilih jalur kepolisian. Ia mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1994. Perjalanan kariernya kemudian banyak berhubungan dengan bidang reserse dan kewilayahan.
Sejumlah jabatan strategis pernah dipercayakan kepadanya, termasuk Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Wakapolda Metro Jaya. Pada 26 Juni 2024, Suyudi ditunjuk menjadi Kapolda Banten. Ia menjalankan jabatan tersebut hingga Agustus 2025.
Setelah itu, Suyudi dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia mulai menjabat sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika, termasuk penanganan jaringan lintas negara.
Salah satu perkara yang mendapat perhatian adalah penangkapan Dewi Astutik alias Mami di Sihanoukville, Kamboja. Perempuan itu disebut sebagai salah satu pengendali jaringan penyelundupan narkotika internasional. Penangkapan tersebut dilakukan melalui kerja sama BNN dengan sejumlah pihak di Indonesia dan Kamboja.
Sebelum Suyudi memimpin BNN, lembaga tersebut juga menggagalkan penyelundupan sekitar 2 ton sabu dari jaringan Golden Triangle pada Mei 2025. Dalam menghadapi jaringan narkoba transnasional, Suyudi turut mendorong penguatan kerja sama dengan negara lain.


