33.8 C
Jakarta
Saturday, October 10, 2026
HomeOlahragaGagal ke Liga Champions Bak Pertumpahan Darah, Juve Bela Spalletti

Gagal ke Liga Champions Bak Pertumpahan Darah, Juve Bela Spalletti

Finis di posisi empat besar bukan sekadar target kompetitif bagi Juventus. Pencapaian itu dinilai menjadi penentu kondisi keuangan klub karena berkaitan dengan pemasukan dari Liga Champions. Carnevali menyebut kegagalan mencapai kompetisi elite Eropa tersebut telah berdampak langsung pada keuangan klub pada tahun ini.

Berbicara dalam acara Festival dello Sport, seperti dikutip Sport Mole, Carnevali mengatakan Juventus membutuhkan pemasukan dari Liga Champions untuk menjaga kestabilan finansial. Ia menilai posisi empat besar memberikan kepastian pendapatan yang sangat penting bagi klub.

“Finis di empat besar memberikan kami jaminan finansial, dan tahun ini kami mengalami kerugian tanpa Liga Champions,” kata Carnevali.

Liga Champions dan tekanan finansial

Pernyataan itu menggambarkan besarnya konsekuensi yang harus dihadapi Juventus jika kembali gagal mengamankan tiket Liga Champions. Bagi klub, persaingan di papan atas tidak hanya berkaitan dengan prestise atau peluang meraih trofi, tetapi juga menyangkut pemasukan yang menopang operasional dan perencanaan tim.

Carnevali bahkan menggambarkan kelolosan ke Liga Champions sebagai kebutuhan yang sangat mendesak. Menurut dia, sepak bola modern telah memiliki dimensi bisnis yang semakin kuat sehingga keberhasilan di lapangan berdampak langsung terhadap kondisi keuangan klub.

“Ini sudah lebih menjadi bisnis daripada sepak bola, lolos ke Liga Champions itu satu hal penting, jika tidak, itu akan menjadi pertumpahan darah,” ujarnya.

Meski menempatkan finis empat besar sebagai sasaran penting, Carnevali menegaskan Juventus tidak ingin menjadikan posisi tersebut sebagai batas akhir. Klub tetap memasang target yang lebih tinggi, yakni memenangkan kompetisi yang diikuti.

“Meskipun begitu, kami tidak akan puas dengan empat besar, tujuan kami semua adalah untuk menang,” tambahnya.

Dampak terhadap bursa transfer

Situasi keuangan tersebut berpotensi memengaruhi langkah Juventus pada bursa transfer mendatang. Klub kemungkinan harus mengambil keputusan sulit dalam menyusun kembali komposisi skuad, termasuk mempertimbangkan pelepasan pemain yang memiliki nilai tinggi.

Namun, belum ada nama pemain maupun keputusan spesifik yang disebutkan dalam pernyataan tersebut. Kemungkinan penjualan aset bernilai tinggi muncul sebagai konsekuensi dari tekanan finansial yang dihadapi klub setelah tidak mendapatkan pemasukan dari Liga Champions.

Dengan begitu, target empat besar akan memiliki arti ganda bagi Juventus pada musim berikutnya. Selain membuka jalan menuju persaingan untuk gelar, posisi tersebut juga menjadi sarana untuk memulihkan jaminan finansial klub dan mengurangi risiko keputusan transfer yang tidak diinginkan.

Source link

BERITA TERBARU

BERITA POPULER